BAKTI Komdigi Dorong UMKM Maksimalkan AI, Branding dan Konten Digital

Jendelakaba.com – Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) didorong untuk semakin serius memanfaatkan teknologi digital, kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI), serta kekuatan visual dan branding guna memperluas pasar dan meningkatkan daya saing.

Dorongan tersebut disampaikan Virgie Baker, S.S., M.Si., Dewan Pengawas BAKTI Komdigi, dalam Sosialisasi Merajut Nusantara bertema “Optimalisasi Teknologi Digital untuk Pengembangan UMKM Berkelanjutan”, Senin, 24 Agustus 2026.

Virgie mengatakan UMKM merupakan salah satu tulang punggung perekonomian nasional. Dengan jumlah pelaku usaha yang sangat besar dan kontribusi signifikan terhadap perekonomian serta penyerapan tenaga kerja, penguatan UMKM melalui teknologi menjadi langkah strategis.

Namun, ia menilai masih terdapat kesenjangan produktivitas dan teknologi di kalangan pelaku UMKM. Karena itu, penggunaan teknologi digital harus diarahkan untuk memberikan manfaat nyata terhadap operasional dan pemasaran usaha.

Salah satu teknologi yang kini semakin berkembang adalah AI. Menurut Virgie, AI dapat dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan usaha, mulai dari pelayanan pelanggan, analisis data, pemasaran digital, rekomendasi produk, pengelolaan stok hingga membantu mendeteksi transaksi yang tidak wajar.

Selain teknologi, ia menekankan pentingnya kekuatan visual dalam pemasaran digital. Menurutnya, konsumen sering kali mengenal sebuah produk melalui tampilan visual sebelum mempertimbangkan kualitasnya lebih jauh.

“Produk yang sebenarnya berkualitas dapat kalah bersaing apabila tampilannya kurang menarik,” jelasnya.

Karena itu, UMKM perlu membangun identitas visual yang konsisten melalui logo, warna, jenis huruf dan gaya visual. Konsistensi tersebut akan membantu produk lebih mudah dikenali sekaligus memiliki karakter yang membedakannya dari kompetitor.

Virgie juga memberikan perhatian terhadap fotografi produk. Setidaknya terdapat tiga jenis foto yang perlu dimiliki pelaku UMKM, yakni clean shot, lifestyle atau context, serta detail atau close-up.

Untuk menghasilkan foto yang menarik, pelaku usaha tidak harus memiliki peralatan mahal. Cahaya alami, latar sederhana dan kamera smartphone dinilai sudah cukup untuk menghasilkan foto produk yang layak digunakan dalam pemasaran digital.

Selain foto, konten video juga dinilai semakin penting. UMKM dapat memanfaatkan Instagram, TikTok, Facebook maupun WhatsApp sesuai karakter masing-masing platform.

Konten dapat dikembangkan dalam bentuk unboxing, tutorial, behind-the-scenes, testimonial, ASMR, konten tren hingga kolaborasi. Dalam pembuatan video produk, Virgie mengenalkan pola sederhana berupa hook, manfaat atau penggunaan produk, kemudian ditutup dengan call-to-action.

Pada marketplace, kelengkapan listing juga harus diperhatikan. Judul produk perlu menggunakan kata kunci yang biasa dicari konsumen, sementara foto, deskripsi, video, ulasan, rating dan kecepatan merespons pertanyaan pelanggan menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan.

Virgie juga mendorong UMKM menggunakan storytelling untuk membangun kedekatan dengan konsumen. Cerita mengenai asal-usul usaha, alasan memulai bisnis, proses pembuatan produk, pengalaman pelanggan maupun dampak sosial dapat menjadi nilai tambah bagi sebuah brand.

Selain itu, User-Generated Content (UGC) dan komunitas pelanggan dapat dimanfaatkan sebagai strategi pemasaran. Foto, video maupun ulasan yang dibuat pelanggan dapat menjadi materi promosi yang lebih autentik.

Untuk mendukung kegiatan tersebut, UMKM dapat memanfaatkan berbagai tools digital dengan biaya relatif terjangkau, seperti Canva, Figma, Photopea, CapCut, Google Analytics, Meta Business Suite dan TikTok Creator Center.

Virgie menegaskan bahwa UMKM tidak harus langsung mengeluarkan biaya besar untuk teknologi. Pemanfaatan tools gratis dapat menjadi langkah awal sebelum beralih ke layanan premium yang benar-benar memberikan manfaat bagi perkembangan bisnis.

Melalui pemanfaatan teknologi, branding, konten kreatif dan AI secara tepat, UMKM diharapkan mampu meningkatkan produktivitas, memperluas pasar dan membangun usaha yang lebih kompetitif di era digital.***