Jendelakaba.com, Jakarta, 3 Agustus 2026 – Pengembangan jaringan listrik pintar atau Smart Grid dinilai menjadi salah satu solusi utama dalam mendukung ketahanan energi nasional di tengah meningkatnya kebutuhan energi dan pesatnya perkembangan teknologi digital.
Hal tersebut disampaikan Pegiat Literasi Digital Drs. Gun Gun Siswadi, M.Si. dalam Webinar Literasi Digital bertema “Transformasi Digital untuk Mendukung Ketahanan Energi Nasional di Era Modern” yang digelar secara daring melalui Zoom Meeting, Senin (3/8).
Dalam pemaparannya, Gun Gun mengungkapkan bahwa berdasarkan survei APJII 2026, jumlah pengguna internet di Indonesia telah mencapai 235,26 juta jiwa atau 81,72 persen dari total populasi. Kondisi tersebut menjadi peluang besar bagi sektor energi untuk mempercepat transformasi digital.
Ia menjelaskan bahwa pemanfaatan analitik data, AI, otomatisasi, dan Internet of Things mampu meningkatkan efisiensi operasional, memperbaiki distribusi energi, menyalurkan subsidi secara lebih tepat sasaran, serta mendukung pengambilan keputusan berbasis data secara cepat.
Menurutnya, konsep Smart Grid memungkinkan komunikasi dua arah antara penyedia dan pengguna listrik melalui smart meter, sensor IoT, dan sistem penyimpanan energi sehingga mampu mengurangi pemborosan energi, mempercepat pemulihan saat terjadi gangguan, sekaligus mengintegrasikan energi terbarukan ke dalam sistem kelistrikan nasional.
Namun demikian, ia mengingatkan bahwa transformasi digital tidak hanya bergantung pada teknologi.
“Teknologi hanyalah alat. Faktor terpenting adalah pola pikir manusia. Mindset digital tidak bisa diunduh, tetapi harus dibangun melalui kemauan belajar, inovasi, dan kolaborasi,” tegasnya.
Gun Gun juga menekankan pentingnya peningkatan kompetensi digital masyarakat, perlindungan data pribadi, penguatan keamanan siber, serta evaluasi berkelanjutan agar digitalisasi mampu memberikan manfaat nyata bagi pembangunan sektor energi Indonesia.***






