BPIP Ajak Relawan Jadikan Pancasila sebagai Ideologi Hidup di Tengah Masyarakat

Jendelakaba.com — Direktur Hubungan Antar Lembaga dan Kerja Sama BPIP RI, Dr. Mukhammad Fakhrurozi, S.Sos., M.Si., mengajak Relawan Gerakan Kebajikan Pancasila untuk memahami Pancasila secara utuh mulai dari sejarah, kedudukan, hingga implementasinya dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Dalam kegiatan Relawan Gerakan Kebajikan Pancasila yang berlangsung Rabu (29/7/2026), Fakhrurozi menjelaskan bahwa proses lahirnya Pancasila merupakan satu rangkaian sejarah yang tidak dapat dipisahkan, dimulai dari pidato 1 Juni 1945, perumusan Piagam Jakarta pada 22 Juni 1945, hingga pengesahan Pancasila bersama Undang-Undang Dasar 1945 pada 18 Agustus 1945.

Menurutnya, Pancasila memiliki kedudukan strategis sebagai dasar negara, pandangan hidup bangsa, ideologi negara, pemersatu bangsa, sekaligus paradigma dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Ia menegaskan bahwa seluruh kebijakan dan produk hukum di Indonesia harus bersumber dari nilai-nilai Pancasila sehingga pembangunan nasional tetap berjalan sesuai jati diri bangsa.

Fakhrurozi juga mengingatkan pentingnya menjadikan Pancasila sebagai living ideology atau ideologi yang hidup. Hal tersebut hanya dapat terwujud apabila masyarakat meyakini kebenarannya, mempelajarinya secara utuh, dan mengamalkannya secara konsisten dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam paparannya, ia menyoroti tantangan kebangsaan pascareformasi, mulai dari menurunnya pemahaman ideologi, berkembangnya polarisasi sosial, kesenjangan ekonomi, hingga krisis keteladanan. Kondisi tersebut dinilai menjadi tantangan serius bagi penguatan karakter bangsa.

Selain itu, perkembangan teknologi informasi juga menghadirkan ancaman berupa penyebaran hoaks, ujaran kebencian, perundungan siber, serta berbagai penyimpangan sosial yang membutuhkan penguatan nilai-nilai Pancasila sebagai benteng moral masyarakat.

Mengakhiri pemaparannya, Fakhrurozi mengajak seluruh relawan menjadi agen penyebar nilai-nilai Pancasila di tengah masyarakat, baik melalui aktivitas sosial maupun ruang digital, sehingga semangat persatuan dan kebangsaan tetap terjaga di tengah perubahan zaman.***