CIKARANG – Peningkatan kualitas penduduk dan kesejahteraan keluarga membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat. Pemahaman mengenai pembangunan keluarga, kependudukan, dan Keluarga Berencana (KB) menjadi bagian penting dalam mewujudkan masyarakat yang sehat, produktif, dan mampu berkontribusi terhadap pembangunan nasional.
Hal tersebut disampaikan Penata Kependudukan dan Keluarga Berencana Ahli Madya, Ridwan Fadjri Nur, dalam kegiatan Sosialisasi Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana Bersama Mitra Kerja di Cikarang, Jawa Barat, Sabtu (17/10/2026).
Dalam pemaparannya, Ridwan menjelaskan bahwa pembangunan keluarga tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan ekonomi, tetapi juga mencakup pendidikan, pembentukan karakter, perhatian terhadap kesehatan, serta penciptaan lingkungan yang harmonis bagi seluruh anggota keluarga.
Menurutnya, keluarga merupakan lingkungan pertama bagi seseorang untuk belajar, memperoleh perhatian, dan membangun kebiasaan yang memengaruhi kehidupannya. Oleh karena itu, setiap keluarga perlu menjalankan fungsinya secara optimal agar mampu mendukung perkembangan anggotanya.
Ridwan memperkenalkan konsep delapan fungsi keluarga sebagai pedoman dalam membangun keluarga berkualitas. Penerapan fungsi tersebut diharapkan dapat memperkuat hubungan antaranggota keluarga sekaligus membentuk individu yang memiliki tanggung jawab terhadap lingkungan sosialnya.
Selain pembangunan keluarga, Ridwan menekankan pentingnya memahami persoalan kependudukan secara menyeluruh. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 52 Tahun 2009 tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga, penduduk menjadi salah satu unsur sentral dalam perencanaan pembangunan.
Ia menjelaskan bahwa kependudukan tidak hanya berkaitan dengan jumlah penduduk, tetapi juga mencakup struktur, pertumbuhan, persebaran, mobilitas, kualitas, dan kesejahteraan masyarakat.
Menurut Ridwan, penduduk yang sehat, berpendidikan, dan produktif memiliki peluang lebih besar untuk berkontribusi dalam pembangunan. Karena itu, peningkatan kualitas sumber daya manusia perlu dilakukan secara berkelanjutan agar potensi penduduk dapat dimanfaatkan secara optimal.
Ia juga membahas bonus demografi, yakni kondisi ketika proporsi penduduk usia produktif lebih besar dibandingkan penduduk usia nonproduktif. Kondisi tersebut dapat menjadi peluang untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, asalkan didukung pendidikan, kesehatan, keterampilan, dan kesempatan kerja yang memadai.
Pembahasan kemudian berlanjut pada pentingnya program Keluarga Berencana. Ridwan menjelaskan bahwa KB merupakan upaya untuk mengatur kelahiran anak, jarak dan usia ideal melahirkan, serta kehamilan dengan memperhatikan hak reproduksi.
Menurutnya, perencanaan keluarga membantu pasangan mempersiapkan tanggung jawab sebagai orang tua, termasuk memenuhi kebutuhan kesehatan, pendidikan, dan kesejahteraan anak. Pemahaman yang baik mengenai KB juga memungkinkan keluarga mengambil keputusan secara bertanggung jawab sesuai dengan kebutuhan dan kondisinya.
Ridwan menegaskan bahwa masyarakat memiliki peran penting dalam mendukung pelaksanaan program kependudukan dan pembangunan keluarga. Peran tersebut dapat diwujudkan melalui penyebaran informasi yang benar, peningkatan kesadaran mengenai kesehatan keluarga, serta partisipasi dalam kegiatan sosial di lingkungan masing-masing.
Ia berharap pemahaman mengenai kependudukan, pembangunan keluarga, dan Keluarga Berencana dapat semakin luas sehingga masyarakat mampu mengambil bagian dalam menciptakan keluarga yang berkualitas.
Sejalan dengan slogan BKKBN, Berencana Itu Keren, Ridwan mengingatkan bahwa perencanaan merupakan langkah penting dalam mempersiapkan masa depan keluarga. Dengan keluarga yang terencana dan penduduk yang berkualitas, pembangunan masyarakat diharapkan dapat berjalan lebih berkelanjutan.






