Jakarta – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dinilai bukan sekadar program pemenuhan pangan bagi peserta didik, tetapi juga investasi jangka panjang dalam meningkatkan kualitas pendidikan, kesehatan, dan produktivitas bangsa. Hal tersebut menjadi salah satu pembahasan utama dalam webinar mengenai integrasi gizi dan pendidikan untuk memperkuat sumber daya manusia Indonesia.
Direktur Promosi dan Edukasi Gizi, Dr. Gunalan A.P., menjelaskan bahwa MBG dirancang untuk meningkatkan konsentrasi belajar, membentuk kebiasaan hidup sehat, sekaligus memperkuat karakter peserta didik melalui penerapan disiplin, kebersihan, dan tanggung jawab dalam aktivitas sehari-hari di sekolah.
Selain berdampak pada kualitas pendidikan, MBG juga memiliki efek ekonomi yang luas. Pelaksanaan program melibatkan koperasi, BUMDes, pelaku UMKM, petani, peternak, nelayan, hingga berbagai usaha lokal sebagai pemasok bahan pangan. Dengan demikian, program tersebut diharapkan mampu menggerakkan roda perekonomian daerah sekaligus membuka peluang usaha baru bagi masyarakat.
Dalam sesi tanya jawab, peserta menanyakan mekanisme pengawasan kualitas makanan yang disajikan kepada siswa. Menanggapi hal tersebut, Dr. Gunalan menjelaskan bahwa setiap dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menerapkan prosedur pengendalian mutu secara ketat. Sebelum makanan didistribusikan, sampel makanan diperiksa terlebih dahulu dan disimpan sebagai bagian dari sistem pengawasan apabila diperlukan pemeriksaan laboratorium di kemudian hari.
Ia juga menegaskan bahwa seluruh menu telah disusun berdasarkan standar ahli gizi dan diproduksi sesuai standar operasional prosedur (SOP) serta petunjuk teknis yang berlaku. Pemerintah terus melakukan evaluasi terhadap seluruh dapur penyedia makanan dan menerapkan prinsip zero tolerance terhadap pelanggaran standar keamanan pangan.
Melalui penguatan tata kelola tersebut, pemerintah berharap Program Makan Bergizi Gratis dapat berjalan semakin aman, berkualitas, dan mampu memberikan manfaat optimal bagi peserta didik sekaligus masyarakat luas.






