Pemilih Pemula Harus Memilih Berdasarkan Gagasan, Bukan Sekadar Popularitas

Jendelakaba.com — Ketua Departemen Ilmu Politik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia (FISIP UI), Panji Anugrah Permana, mengajak para pelajar SMA dan pemilih pemula menjadi generasi yang menentukan arah Indonesia melalui pilihan politik yang rasional dan bertanggung jawab pada Pemilu 2029.

Hal tersebut disampaikan dalam Sosialisasi dan Pendidikan Pemilih Berkelanjutan yang diselenggarakan KPU, Sabtu (1/8/2026), melalui materi bertajuk “Suaramu, Masa Depanmu! Mengapa Hak Pilih Anak SMA Sangat Menentukan Wajah Indonesia 2029–2034.”

Panji menjelaskan bahwa lebih dari separuh pemilih nasional berasal dari generasi Milenial dan Gen Z. Kondisi tersebut menjadikan suara anak muda sebagai faktor yang sangat menentukan hasil pemilu maupun arah kebijakan pemerintah lima tahun ke depan.

Menurutnya, generasi muda harus mampu menjadi subjek politik yang aktif menentukan agenda perubahan, bukan hanya menjadi objek politik yang dimanfaatkan saat masa kampanye. Loyalitas terhadap gagasan dinilai jauh lebih penting dibanding loyalitas kepada figur tertentu.

Ia juga mengingatkan bahwa keputusan untuk tidak memilih atau golput justru dapat membuka peluang bagi lahirnya kebijakan yang tidak berpihak kepada kepentingan masyarakat. Berbagai kebijakan mengenai pendidikan, biaya kuliah, lapangan pekerjaan, perkembangan kecerdasan buatan (AI), hingga isu lingkungan merupakan hasil dari proses politik yang ditentukan melalui pemilu.

Dalam menentukan pilihan, Panji mengajak peserta mencermati rekam jejak calon pemimpin. Kandidat yang layak dipilih adalah mereka yang memiliki visi-misi yang jelas, rekam jejak bersih dari korupsi, terbuka terhadap kritik, serta memiliki komitmen menyelesaikan persoalan nyata masyarakat.

Sebaliknya, masyarakat diminta mewaspadai praktik politik uang, penyalahgunaan isu SARA, janji politik tanpa program yang jelas, serta maraknya penyebaran hoaks dan teknologi deepfake di media sosial.

Ia juga membagikan langkah praktis menjadi pemilih cerdas, mulai dari memastikan telah terdaftar dalam DPT, mempelajari rekam jejak kandidat, menolak politik uang, hingga menggunakan hak pilih secara langsung di TPS.

Panji menutup pemaparannya dengan mengajak generasi muda menjadi bagian dari perubahan melalui partisipasi politik yang cerdas, kritis, dan bertanggung jawab demi menentukan masa depan Indonesia periode 2029–2034.***