Webinar Soroti Pentingnya Gizi, Keamanan Pangan, dan Literasi Digital untuk Mewujudkan Anak Indonesia yang Sehat dan Cerdas

Jakarta, 13 Juli 2026 – Upaya memastikan setiap anak Indonesia tumbuh sehat dan cerdas memerlukan kolaborasi berbagai pihak, mulai dari pemerintah, keluarga, sekolah, hingga masyarakat. Hal tersebut mengemuka dalam Webinar Literasi Digital bertajuk “Memastikan Setiap Anak Indonesia Tumbuh Sehat dan Cerdas” yang diselenggarakan melalui kerja sama Komisi I DPR RI dan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi).

Anggota Komisi I DPR RI, Rachel Maryam Sayidina, dalam sambutannya menegaskan bahwa persoalan gizi masih menjadi tantangan serius yang dihadapi Indonesia. Menurutnya, stunting sebagai kondisi gagal tumbuh akibat kekurangan gizi kronis tidak hanya berdampak pada pertumbuhan fisik anak, tetapi juga memengaruhi perkembangan otak, kemampuan belajar, daya tahan tubuh, hingga produktivitas saat dewasa.

Rachel menjelaskan bahwa pemerintah berupaya menjawab tantangan tersebut melalui Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang ditujukan bagi siswa sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. Program tersebut diharapkan mampu memastikan setiap anak memperoleh asupan gizi yang cukup sehingga dapat tumbuh dan berkembang secara optimal.

Ia menambahkan bahwa manfaat program MBG tidak hanya dirasakan pada aspek kesehatan, tetapi juga pendidikan. Anak-anak yang memperoleh asupan gizi yang baik cenderung memiliki kemampuan konsentrasi yang lebih tinggi, lebih aktif dalam proses pembelajaran, serta memiliki tingkat kehadiran sekolah yang lebih baik.

Selain itu, Rachel menilai pemanfaatan teknologi digital menjadi faktor penting dalam mendukung keberhasilan program. Sistem data yang terintegrasi dinilai dapat membantu pemerintah memastikan bantuan tersalurkan secara tepat sasaran, transparan, dan akuntabel. Di sisi lain, media digital juga dapat dimanfaatkan untuk menyebarkan edukasi mengenai pola makan sehat dan pentingnya pemenuhan gizi keluarga.

Sementara itu, Plt. Deputi Promosi dan Kerja Sama Badan Gizi Nasional (BGN), Dr. Gunalan, A.P., M.Si., menekankan bahwa keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis tidak hanya bergantung pada jumlah makanan yang disalurkan, tetapi juga pada kualitas dan keamanan pangan yang diterima oleh masyarakat.

Menurutnya, standar kebersihan harus diterapkan secara menyeluruh mulai dari proses penerimaan bahan baku, penyimpanan, pengolahan, hingga distribusi makanan. Setiap tahapan memiliki prosedur yang ketat untuk mencegah kontaminasi dan memastikan makanan tetap aman serta bernilai gizi saat dikonsumsi.

Ia menjelaskan bahwa Badan Gizi Nasional juga menerapkan sistem pengelolaan risiko dan respons darurat yang memungkinkan penanganan cepat apabila ditemukan dugaan insiden kesehatan di lapangan. Sistem tersebut mencakup pelaporan terintegrasi, proses verifikasi, hingga evaluasi guna mencegah terulangnya kejadian serupa.

Lebih lanjut, Gunalan menyampaikan bahwa program MBG merupakan bagian dari upaya pembangunan manusia yang melibatkan banyak pihak. Selain pemerintah dan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), keberhasilan program juga didukung oleh sekolah, tenaga kesehatan, pelaku usaha pangan lokal, serta masyarakat yang berperan dalam pengawasan dan pembentukan pola hidup sehat.

Dalam kesempatan yang sama, Pegiat Literasi Digital Didi, S.E., Ak., M.Ak., CA., AWM., Cert IFR., CRMO., AWP., menyoroti tantangan yang dihadapi anak-anak Indonesia saat ini, yaitu persoalan gizi, pendidikan, dan digital yang saling berkaitan satu sama lain.

Menurutnya, masih banyak anak yang menghadapi masalah kekurangan gizi maupun kelebihan gizi yang berdampak pada kesehatan dan kemampuan belajar. Di sisi lain, perkembangan teknologi menghadirkan tantangan baru berupa paparan konten negatif, cyberbullying, kecanduan gawai, hingga penyebaran informasi yang tidak benar.

Didi menekankan pentingnya membangun keseimbangan antara kesehatan fisik, kesehatan mental, dan gaya hidup digital yang sehat. Ia mengajak orang tua untuk membiasakan pola hidup sehat di rumah melalui pemberian makanan bergizi, aktivitas fisik yang cukup, waktu istirahat yang berkualitas, serta pendampingan dalam penggunaan teknologi digital.

Ia juga mengapresiasi berbagai upaya pemerintah dalam memperkuat perlindungan anak di ruang digital, termasuk kebijakan yang mendorong platform digital untuk meningkatkan perlindungan terhadap anak dari berbagai risiko di dunia maya.

Pada akhir webinar, para narasumber sepakat bahwa masa depan Indonesia sangat ditentukan oleh kualitas generasi mudanya. Pemenuhan gizi yang baik, lingkungan belajar yang mendukung, serta pemanfaatan teknologi secara bijak menjadi fondasi penting dalam menciptakan anak-anak Indonesia yang sehat, cerdas, produktif, dan siap menghadapi tantangan masa depan.

Melalui sinergi seluruh elemen bangsa, harapan untuk melahirkan generasi yang mampu membawa Indonesia menuju kemajuan dan daya saing global diyakini dapat terwujud.