Optimalisasi Teknologi Digital Jadi Kunci Pengembangan UMKM Berkelanjutan

Jakarta (15/07/26) – Pemanfaatan teknologi digital dinilai menjadi faktor penting dalam mendorong pertumbuhan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) agar mampu berkembang secara berkelanjutan di tengah perubahan perilaku masyarakat yang semakin terkoneksi dengan dunia digital. Hal tersebut mengemuka dalam kegiatan Sosialisasi Merajut Nusantara bertajuk “Optimalisasi Teknologi Digital untuk Pengembangan UMKM Berkelanjutan” yang diselenggarakan secara virtual pada Rabu (15/7/2026).

Anggota Komisi I DPR RI, Dr. H. Jefry Romdonny, M.Si., M.M., dalam sambutannya menegaskan bahwa UMKM merupakan salah satu penopang utama perekonomian nasional. Menurutnya, keberadaan UMKM tidak hanya menggerakkan roda ekonomi di berbagai daerah, tetapi juga membuka lapangan pekerjaan dan berkontribusi terhadap peningkatan pendapatan masyarakat maupun negara.

Ia menjelaskan bahwa perkembangan teknologi telah mengubah cara pelaku usaha memasarkan produknya. Jika sebelumnya pemasaran hanya dilakukan secara konvensional, kini berbagai platform digital memungkinkan produk UMKM menjangkau pasar yang lebih luas dengan proses yang lebih cepat dan efisien. Karena itu, pelaku UMKM perlu memanfaatkan teknologi digital secara optimal agar tidak tertinggal dalam persaingan usaha yang semakin kompetitif.

“Teknologi digital harus diberdayakan untuk mendukung promosi dan pemasaran produk UMKM. Dengan memanfaatkan digitalisasi secara tepat, usaha dapat terus berkembang dan berkelanjutan,” ujarnya.

Sementara itu, Staf Ahli Menteri Bidang Komunikasi dan Media Massa Kementerian Komunikasi dan Digital RI, Dra. Molly Prabawaty, M.AP., menyoroti perubahan perilaku masyarakat yang semakin mengandalkan internet dan media sosial dalam berbagai aktivitas, termasuk berbelanja. Menurutnya, kondisi tersebut menjadi peluang besar bagi UMKM untuk memperluas jangkauan pasar tanpa dibatasi oleh jarak dan waktu.

Ia menekankan bahwa kehadiran di media sosial bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan bagi pelaku usaha yang ingin berkembang. Media sosial tidak hanya berfungsi sebagai sarana promosi, tetapi juga sebagai media membangun branding, mempelajari tren pasar, serta mengembangkan kreativitas dalam menyajikan produk.

Molly menjelaskan bahwa setiap pelaku usaha perlu memilih platform digital yang sesuai dengan karakteristik produk dan target konsumennya. Selain itu, penggunaan akun bisnis dinilai lebih efektif dibandingkan akun pribadi karena menyediakan berbagai fitur pendukung seperti analitik, layanan iklan, tombol kontak langsung, hingga fitur belanja yang memudahkan pelanggan melakukan transaksi.

Dalam paparannya, ia juga memberikan sejumlah tips untuk mengoptimalkan akun bisnis, mulai dari penggunaan nama akun yang mudah diingat, penyusunan profil usaha yang lengkap, pemanfaatan konten visual berkualitas tinggi, hingga penggunaan alat agregator tautan untuk memudahkan pelanggan mengakses berbagai kanal penjualan.

Selain strategi pemasaran, Molly mengingatkan pentingnya keamanan akun digital. Ia mendorong pelaku UMKM untuk menggunakan kata sandi yang kuat dan mengaktifkan verifikasi dua langkah guna melindungi akun bisnis dari risiko peretasan yang dapat menimbulkan kerugian.

Pada sesi berikutnya, Dosen STKIP Melawi, Ahmad Khoiri, M.Pd., memaparkan bahwa digitalisasi merupakan kebutuhan mendesak bagi UMKM Indonesia. Ia menyebutkan bahwa sektor UMKM saat ini berkontribusi sekitar 61 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) dan menyerap hampir 97 persen tenaga kerja nasional. Namun demikian, berbagai tantangan masih dihadapi, mulai dari rendahnya literasi digital, keterbatasan akses pembiayaan, hingga rendahnya adopsi teknologi canggih seperti kecerdasan buatan (AI).

Menurut Ahmad, konsep UMKM berkelanjutan tidak hanya berorientasi pada keuntungan ekonomi, tetapi juga memperhatikan aspek sosial, lingkungan, dan pemanfaatan teknologi untuk meningkatkan efisiensi serta daya saing usaha. Berbagai teknologi digital seperti e-commerce, QRIS, cloud computing, AI, big data, CRM, hingga Internet of Things (IoT) dapat dimanfaatkan untuk mendukung transformasi bisnis.

Ia menjelaskan bahwa digitalisasi memberikan manfaat nyata berupa peningkatan produktivitas, perluasan pasar, efisiensi operasional, serta peningkatan omzet usaha. Melalui contoh sederhana, Ahmad menggambarkan bagaimana usaha yang sebelumnya mengandalkan penjualan offline dan pencatatan manual dapat berkembang lebih cepat setelah memanfaatkan platform digital, sistem pembayaran elektronik, dan promosi melalui media sosial.

Meski demikian, keberhasilan transformasi digital membutuhkan sejumlah faktor pendukung, seperti kepemimpinan yang visioner, sumber daya manusia yang kompeten, akses internet yang memadai, keamanan siber yang kuat, serta pendampingan yang berkelanjutan. Selain itu, pelaku usaha juga perlu memiliki peta jalan transformasi digital yang jelas agar proses adaptasi dapat berjalan secara bertahap dan terarah.

Para narasumber sepakat bahwa digitalisasi bukanlah tujuan akhir, melainkan sarana untuk menciptakan UMKM yang lebih tangguh, inovatif, dan berdaya saing. Dengan dukungan pemerintah, lembaga pendidikan, pelaku usaha, dan masyarakat, transformasi digital diyakini dapat menjadi fondasi penting dalam memperkuat ekosistem UMKM Indonesia.

Melalui kegiatan Sosialisasi Merajut Nusantara ini, peserta diharapkan semakin memahami pentingnya pemanfaatan teknologi digital dalam pengembangan usaha. Digitalisasi yang dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan diyakini mampu membantu UMKM Indonesia tidak hanya bertahan menghadapi perubahan zaman, tetapi juga tumbuh menjadi kekuatan ekonomi yang semakin kompetitif di tingkat nasional maupun global.