Nutrisi Merata Jadi Kunci Mewujudkan Generasi Emas Indonesia 2045

Jakarta, 14 Juli 2026 – Pemerataan akses terhadap nutrisi menjadi salah satu faktor utama dalam membangun Generasi Emas Indonesia 2045. Hal tersebut mengemuka dalam Webinar Literasi Digital bertajuk “Mewujudkan Generasi Emas Melalui Nutrisi yang Merata” yang menghadirkan Anggota Komisi I DPR RI Rachel Maryam Sayidina, Plt. Deputi Promosi dan Kerja Sama Badan Gizi Nasional (BGN) Dr. Gunalan, A.P., M.Si, serta Akademisi Fakultas Biosains, Teknologi, dan Inovasi UNIKA Atma Jaya, Yanto, Ph.D.

Dalam pemaparannya, Rachel Maryam Sayidina menegaskan bahwa Generasi Emas 2045 merupakan cita-cita besar bangsa yang harus dipersiapkan sejak sekarang. Menurutnya, pemenuhan gizi yang cukup dan berkualitas menjadi fondasi penting untuk menciptakan sumber daya manusia yang unggul di masa depan.

Ia menjelaskan bahwa masih banyak anak Indonesia yang menghadapi masalah stunting dan gizi buruk, terutama di daerah terpencil dan wilayah dengan akses layanan kesehatan yang terbatas. Oleh karena itu, diperlukan upaya bersama untuk memastikan setiap anak memperoleh kesempatan yang sama dalam mendapatkan makanan bergizi.

Rachel juga menyoroti pentingnya pemanfaatan teknologi digital dalam mendukung program-program pemerintah di bidang gizi. Teknologi dinilai mampu membantu penyaluran bantuan secara tepat sasaran sekaligus menjadi sarana edukasi bagi masyarakat mengenai pola makan sehat dan gizi seimbang.

Sementara itu, Dr. Gunalan menyampaikan bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan salah satu langkah strategis pemerintah dalam mengurangi kesenjangan nutrisi di Indonesia. Program tersebut tidak hanya bertujuan memenuhi kebutuhan gizi anak-anak, tetapi juga meningkatkan kesiapan belajar dan meringankan beban ekonomi keluarga.

Menurutnya, setelah kembali berjalan pascalibur sekolah, program MBG terus dievaluasi dan diperkuat agar mampu memberikan manfaat yang lebih optimal. Ia menjelaskan bahwa pelaksanaan program didukung oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang berperan dalam penyediaan makanan bergizi, pengendalian mutu, penguatan ekonomi lokal, serta pengelolaan data dan evaluasi layanan.

“Ketika nutrisi merata, kesempatan hidup menjadi lebih setara. Inilah fondasi yang diperlukan untuk membangun generasi yang sehat, cerdas, dan berdaya saing,” ujarnya.

Pada sesi berikutnya, Yanto, Ph.D. menekankan bahwa nutrisi yang merata tidak berarti seluruh masyarakat mengonsumsi makanan yang sama, melainkan setiap individu memiliki akses yang adil terhadap pangan yang aman, bergizi, dan sesuai kebutuhan.

Ia menjelaskan bahwa kecukupan gizi berpengaruh langsung terhadap pertumbuhan fisik, perkembangan otak, kemampuan belajar, serta produktivitas seseorang. Sebaliknya, kekurangan gizi dapat memicu berbagai masalah kesehatan yang berdampak jangka panjang, termasuk stunting yang masih menjadi tantangan serius di Indonesia.

Yanto juga mengingatkan bahwa upaya mewujudkan pemerataan nutrisi membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Selain pemerintah, keluarga, sekolah, tenaga kesehatan, dunia usaha, dan masyarakat memiliki peran penting dalam mendukung terciptanya lingkungan yang mendukung pola makan sehat dan pemenuhan gizi yang baik.

Melalui webinar ini, para narasumber mengajak masyarakat untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya gizi sebagai investasi masa depan bangsa. Dengan akses nutrisi yang lebih merata dan dukungan seluruh elemen masyarakat, Indonesia diharapkan mampu melahirkan generasi yang sehat, cerdas, produktif, serta siap menyongsong Indonesia Emas 2045.