BGN: Program MBG Dorong Pendidikan, Ekonomi Lokal, dan Pengentasan Kemiskinan

Jendelakaba.com, Jakarta – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak hanya berfokus pada pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat, tetapi juga dirancang untuk memberikan dampak luas terhadap sektor pendidikan, ekonomi, dan kesejahteraan sosial. Hal tersebut disampaikan dalam webinar bertema “Makanan Bergizi Gratis: Membangun Fondasi Pertahanan Negara Melalui Sumber Daya Manusia Unggul” yang berlangsung pada 18 Juni 2026.

Deputi Bidang Promosi dan Kerja Sama Badan Gizi Nasional (BGN), Dr. Gunalan A.P., M.Si, menjelaskan bahwa MBG merupakan salah satu prioritas nasional yang dirancang untuk menjawab berbagai tantangan pembangunan sumber daya manusia Indonesia.

Menurutnya, peningkatan kualitas gizi menjadi fondasi penting dalam menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan produktif menuju visi Indonesia Emas 2045.

“Program ini tidak hanya berkaitan dengan kesehatan, tetapi juga mendukung peningkatan kualitas pendidikan, pertumbuhan ekonomi daerah, dan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Gunalan menyampaikan bahwa hingga saat ini Program MBG telah menjangkau lebih dari 62 juta penerima manfaat dengan dukungan ribuan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tersebar di berbagai daerah.

Selain memberikan manfaat langsung kepada peserta didik dan kelompok rentan, program tersebut juga menciptakan dampak ekonomi melalui peningkatan permintaan terhadap bahan pangan lokal.

Keterlibatan petani, nelayan, peternak, pelaku UMKM, dan koperasi dalam rantai pasok MBG dinilai mampu memperkuat ekonomi kerakyatan sekaligus membuka lapangan kerja baru.

“Melalui pemanfaatan bahan pangan lokal, program ini menciptakan efek berganda yang mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dan meningkatkan pendapatan masyarakat,” katanya.

Anggota Komisi I DPR RI, G. Budisatrio Djiwandono, menambahkan bahwa MBG merupakan program strategis yang manfaatnya tidak hanya dirasakan saat ini, tetapi juga akan menentukan kualitas bangsa dalam jangka panjang.

Ia menilai bahwa pembangunan manusia harus menjadi prioritas utama karena kualitas sumber daya manusia merupakan faktor penentu kemajuan negara di masa depan.

Sementara itu, Ir. Yanto, Ph.D., IPU., ASEAN Eng., menekankan bahwa pemenuhan gizi yang baik berkontribusi terhadap peningkatan kemampuan belajar, produktivitas, dan kesehatan masyarakat.

Menurutnya, keberhasilan program tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga memerlukan dukungan berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, dunia pendidikan, hingga masyarakat.

Melalui kolaborasi tersebut, Program Makan Bergizi Gratis diharapkan mampu menjadi motor penggerak pembangunan manusia sekaligus memperkuat ekonomi lokal secara berkelanjutan.***