SEMARANG — Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Jawa Tengah menggandeng organisasi Perisai Demokrasi Bangsa Jawa Tengah dalam siaran podcast Pendidikan Politik di Kompleks PRPP, Semarang, Kamis (2/7/2026). Bertempat di Stand Pameran Gedung Merbabu pada ajang Ngobras Expo Jateng Fair 2026, acara ini digelar untuk mengupas tuntas masalah skeptisisme politik di kalangan generasi muda.
Podcast pada hari Kamis tersebut dibuka untuk membedah alasan banyak anak muda memilih golongan putih (golput) akibat tidak puas dengan kinerja pemerintah. Kesbangpol memberikan panggung bagi kelompok pemuda ini untuk mengantisipasi meluasnya sikap acuh tak acuh yang bisa merusak masa depan politik bangsa.
Sekretaris Perisai Demokrasi Bangsa Jawa Tengah, Hamam Nasirudin, menegaskan bahwa kepasifan generasi muda adalah ancaman nyata bagi tatanan negara. “Jangan sampai begitu ke depannya karena akan merusak tatanan politik. Jadi kalau politiknya rusak ditambah anak muda yang apatis dan tidak percaya, maka ke depannya politik akan hancur,” ujar Hamam.
Posisi organisasi kepemudaan ini dinilai strategis karena memiliki jaringan yang tersebar di 35 kabupaten/kota se-Jawa Tengah. Guna mengantisipasi apatisme, mereka aktif bergerak melalui pendekatan langsung di masyarakat serta produktif menyuarakan kritik, opini politik, maupun publikasi kegiatan lewat website resmi organisasi.
Hamam mengingatkan mahasiswa dan kelompok pemuda yang berada di luar organisasi agar tidak menutup mata terhadap perkembangan politik saat ini. “Saya rasa dengan berkembangnya kebijakan saat ini, tentu politik itu penting. Kalau mereka tidak melek akan politik, tentu akan mengganggu pekerjaan mereka di masa depan,” pungkasnya.






