Hari Bhakti Adhyaksa Jadi Momentum Kajari Sijunjung Cetak Pemimpin Muda Berintegritas

Kajari Sijunjung melakukan foto bersama dengan OKP dan Oramawa

SIJUNJUNG – Bertepatan dengan peringatan Hari Bhakti Adhyaksa, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Sijunjung, Muhammad Ali, SH., M.Kn., memberikan kuliah umum bertema kepemimpinan berintegritas kepada para pimpinan Organisasi Kepemudaan (OKP) dan Organisasi Kemahasiswaan (Ormawa) se-Kabupaten Sijunjung dalam kegiatan Intermediate Leadership Youth, Rabu (22/7/2026), di Hotel Bukik Gadang, Muaro Sijunjung.

Kegiatan yang digelar DPD KNPI Kabupaten Sijunjung dalam rangka Hari Lahir KNPI ke-53 itu menjadi ruang diskusi bagi para pemuda untuk memperkuat karakter kepemimpinan, integritas, serta semangat kolaborasi menuju Generasi Emas 2045.

Dalam penyampaiannya, Muhammad Ali mengungkapkan keseriusannya mempersiapkan materi kuliah umum tersebut. Ia mengaku menghabiskan waktu selama lima hari dan tiga jam untuk menyusun materi agar dapat memberikan pembekalan terbaik bagi generasi muda Sijunjung. Menurutnya, dedikasi tersebut merupakan bentuk komitmen Kejaksaan dalam mendukung lahirnya pemimpin-pemimpin muda yang berkualitas.

Kajari menegaskan bahwa wajah pemuda hari ini adalah cerminan pemimpin masa depan Indonesia. Karena itu, tanggung jawab membangun bangsa berada di pundak seluruh elemen masyarakat, khususnya generasi muda.

“Melalui semangat kolaborasi dan kebersamaan, setiap pemuda harus mampu menunjukkan perannya masing-masing demi kebaikan negeri. Semua itu berawal dari komunikasi seorang pemimpin dalam membaca dan menafsirkan makna kolaborasi untuk mencari solusi, tanpa harus selalu mengedepankan aksi semata,” ujarnya.

Muhammad Ali juga menjelaskan bahwa seorang pemimpin yang berintegritas harus memiliki tiga fondasi utama, yakni Intelligence Quotient (IQ), Emotional Quotient (EQ), dan Spiritual Quotient (SQ).

Menurutnya, perpaduan ketiga aspek tersebut akan melahirkan sosok pemimpin yang mampu menghadapi berbagai tantangan zaman sekaligus menjaga persatuan bangsa.

“Kepemimpinan berdiri di atas tiga landasan yang kokoh, yakni IQ, EQ, dan SQ. Dengan tiga fondasi tersebut, di organisasi mana pun seseorang ditempatkan, tujuan kebersamaan akan tercapai dan mampu melahirkan pemimpin masa depan dalam mewujudkan agenda nasional menuju Generasi Emas 2045,” jelas Muhammad Ali.

Sementara itu, Ketua Majelis Pemuda Indonesia (MPI) KNPI Kabupaten Sijunjung, Harbi Hanif Burda, menilai komunikasi merupakan kunci utama dalam membangun kepemimpinan pemuda.

“Pemuda harus bergerak dan mampu membangun komunikasi, bukan hanya sekadar melakukan aksi. Aksi saja bukan solusi apabila semuanya bisa dibersamai untuk mencapai tujuan bersama demi persatuan. Di tengah kebijakan efisiensi saat ini, KNPI Sijunjung justru membuktikan bahwa dengan komunikasi dan semangat bergerak, agenda besar tetap bisa diwujudkan. Itulah kunci kepemimpinan,” katanya.

Senada dengan itu, Ketua DPD KNPI Kabupaten Sijunjung, Aldo Yendi Coal, menegaskan bahwa keberagaman latar belakang para pemuda bukan menjadi penghalang untuk bersatu membangun daerah.

“Walaupun memiliki latar belakang yang berbeda, kita harus terus bergerak dengan passion masing-masing demi kebaikan daerah. KNPI hadir sebagai wadah yang menjembatani pemerintah dan masyarakat, menjadi bagian dari solusi untuk kemajuan daerah. Melalui kegiatan Intermediate Leadership Youth ini, kita ingin menumbuhkan semangat kolaborasi dan kebersamaan sebagai kekuatan membangun negeri,” ujarnya.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Bupati Sijunjung yang diwakili Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Parpora) Afrineldi, SH., Kepala Kejaksaan Negeri Sijunjung Muhammad Ali, SH., M.Kn., Kapolres Sijunjung yang diwakili Kasat Intelkam AKP Yudison, SH., MH., Ketua MPI KNPI Kabupaten Sijunjung Harbi Hanif Burda, Ketua DPD KNPI Kabupaten Sijunjung Aldo Yendi Coal, serta pimpinan organisasi kepemudaan dan organisasi kemahasiswaan se-Kabupaten Sijunjung.

Melalui kegiatan ini, DPD KNPI Kabupaten Sijunjung berharap lahir generasi muda yang memiliki integritas, kecerdasan intelektual, emosional, dan spiritual, sehingga mampu menjadi pemimpin yang adaptif, kolaboratif, serta berkontribusi nyata dalam mewujudkan cita-cita Indonesia Emas 2045.