Puskesmas Sioban Gencarkan Edukasi dan Pelayanan CKG untuk Tingkatkan Kesadaran Kesehatan Masyarakat

SIOBAN – Puskesmas Sioban terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat melalui pelaksanaan program Cek Kesehatan Gratis (CKG). Di bawah kepemimpinan Kepala Puskesmas Sioban, Fitri Mulyani, SKM, berbagai upaya terus dilakukan untuk memperluas jangkauan layanan dan meningkatkan partisipasi masyarakat.

Pada Juni 2026, program CKG telah diikuti oleh 1.498 peserta dari total target 7.642 orang. Capaian ini menjadi langkah positif dalam mendorong masyarakat untuk lebih peduli terhadap kondisi kesehatannya melalui pemeriksaan kesehatan secara dini.

Pelaksanaan program CKG didukung oleh tim yang dipimpin oleh Ketua Tim CKG, M. Yeremia Nainggolan, S.KM, bersama Ade Irawati sebagai tenaga laboratorium serta Ningsih Widari sebagai tenaga Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku (PKIP). Tim ini aktif memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat, baik di fasilitas kesehatan maupun melalui kegiatan pelayanan di lapangan.

Meski menghadapi sejumlah tantangan, seperti keterbatasan jumlah tenaga kesehatan yang harus membagi waktu antara pelayanan di puskesmas dan kegiatan lapangan, semangat petugas dalam memberikan pelayanan tetap tinggi. Selain itu, masih rendahnya kesadaran sebagian masyarakat untuk mengikuti pemeriksaan kesehatan juga menjadi tantangan yang terus diupayakan solusinya melalui edukasi dan sosialisasi.

Ningsih Widari, tenaga Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku (PKIP) Puskesmas Sioban, mengatakan pihaknya terus melakukan berbagai langkah untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam program CKG. Menurutnya, sosialisasi rutin dilakukan ke sekolah-sekolah untuk menanamkan pemahaman sejak dini mengenai pentingnya pemeriksaan kesehatan berkala dan deteksi dini penyakit.

“Kami sejuah ini telah melaksanakan kegiatan CKG di seluruh Sekolah Dasar yang ada di wilayah kerja Puskesmas Sioban. Selain itu, kami juga mengoptimalkan pemanfaatan fasilitas kesehatan yang tersedia seperti Puskesmas Pembantu (Pustu) dan Pos Kesehatan Desa (Poskesdes) agar akses layanan kesehatan semakin dekat dan mudah dijangkau masyarakat,” ujar Ningsih.

Selain tantangan sumber daya manusia, Puskesmas Sioban juga masih menghadapi keterbatasan sarana penunjang, seperti alat ukur tekanan darah (tensimeter), alat ukur tinggi badan, dan timbangan berat badan. Ketersediaan tensimeter untuk anak maupun dewasa masih perlu ditingkatkan guna mendukung pelayanan yang lebih optimal.

Dengan dukungan seluruh tenaga kesehatan serta keterlibatan aktif masyarakat, Puskesmas Sioban optimistis capaian program CKG akan terus meningkat. Program ini diharapkan dapat memperkuat budaya hidup sehat dan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pemeriksaan kesehatan secara rutin sebagai langkah pencegahan penyakit sejak dini.