Jendelakaba.com – Pemerintah Kota Payakumbuh terus memperkuat peran Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan masyarakat. Sebanyak 171 Posyandu aktif di Kota Payakumbuh kini diarahkan untuk memberikan pelayanan kesehatan yang mencakup seluruh siklus hidup, mulai dari ibu hamil, bayi dan balita, remaja, orang dewasa, hingga lanjut usia (lansia).
Transformasi tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat pelayanan kesehatan primer sekaligus mendorong perubahan paradigma kesehatan dari yang berorientasi pada pengobatan menjadi pencegahan penyakit dan promosi kesehatan.
Komitmen itu ditegaskan Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta melalui Wakil Wali Kota Elzadaswarman saat membuka kegiatan Gerakan Posyandu Bidang Kesehatan Wujudkan RT/RW Sehat di Aula Gedung Pelatihan Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Sumatra Barat, Selasa (22/9/2026).
Dalam sambutannya, Elzadaswarman menyampaikan bahwa pembangunan kesehatan merupakan investasi mendasar untuk menciptakan sumber daya manusia yang unggul, cerdas, produktif, dan berdaya saing.
Menurutnya, Posyandu tidak hanya berfungsi sebagai tempat pelayanan kesehatan, tetapi juga harus menjadi pusat pemberdayaan masyarakat dalam meningkatkan kesadaran hidup sehat, memberikan edukasi kesehatan, serta melakukan deteksi dini terhadap risiko penyakit.
“Pembangunan kesehatan merupakan investasi paling mendasar untuk mewujudkan sumber daya manusia yang unggul, cerdas, produktif, dan berdaya saing. Posyandu harus menjadi pusat pemberdayaan masyarakat untuk deteksi dini penyakit, edukasi kesehatan, dan membangun kesadaran hidup sehat,” kata Elzadaswarman.
Ia menjelaskan, penguatan pelayanan kesehatan primer di Payakumbuh dilaksanakan melalui Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga (PIS-PK) dan Integrasi Layanan Primer (ILP). Upaya tersebut juga didukung Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) yang mendorong penerapan perilaku hidup sehat mulai dari lingkungan keluarga.
Elzadaswarman menekankan bahwa keberhasilan program kesehatan membutuhkan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat. Karena itu, kegiatan Gerakan Posyandu diharapkan tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi menghasilkan komitmen dan aksi nyata yang dapat diukur.
“GERMAS bukan sekadar program pemerintah, tetapi gerakan bersama. Jangan jadikan pertemuan ini sekadar agenda rutin, melainkan harus melahirkan komitmen dan aksi nyata yang terukur agar setiap keluarga dan kelurahan menjadi sehat,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Payakumbuh, dr. Yanti, menjelaskan bahwa transformasi pelayanan kesehatan primer merupakan salah satu dari enam pilar transformasi kesehatan nasional.
Selain mengembangkan 171 Posyandu berbasis siklus hidup, Pemerintah Kota Payakumbuh juga telah mendorong transformasi 47 Puskesmas Pembantu (Pustu) dan Pos Kesehatan Kelurahan menjadi Unit Pelayanan Kesehatan Desa/Kelurahan (UPKDK).
Menurut Yanti, pendekatan pelayanan berbasis siklus hidup memungkinkan masyarakat memperoleh layanan kesehatan yang lebih menyeluruh sesuai kebutuhan masing-masing kelompok usia.
“Pada era transformasi ini, Posyandu memberikan layanan komprehensif yang menjangkau ibu hamil, ibu menyusui, bayi dan balita, anak prasekolah, usia sekolah, remaja, dewasa, sampai lansia,” jelasnya.
Selain memperkuat pelayanan, Pemko Payakumbuh juga berupaya meningkatkan kapasitas kader serta kualitas sarana dan prasarana Posyandu. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui Lomba Kader dan Posyandu Bidang Kesehatan Berprestasi Tingkat Kota Payakumbuh Tahun 2026.
Dalam ajang tersebut, Posyandu Tapak Dara yang berada di Kelurahan Koto Tuo Limo Kampung, Kecamatan Payakumbuh Selatan, meraih peringkat pertama. Posyandu tersebut didampingi kader Afridawati dan selanjutnya akan mewakili Kota Payakumbuh pada perlombaan tingkat Provinsi Sumatra Barat.
Peringkat kedua diraih Posyandu Delima 1 di Kelurahan Koto Baru Payobasung dengan kader Putri Retno Intan. Sementara itu, peringkat ketiga diraih Posyandu Manggis 3 di Kelurahan Talang bersama kader Rahmi Yulianty.
Yanti berharap prestasi tersebut dapat menjadi motivasi bagi Posyandu lainnya untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan dan memperkuat peran kader dalam pemberdayaan masyarakat, khususnya di bidang kesehatan.
“Harapan kita, Posyandu yang berprestasi ini dapat menginspirasi Posyandu lainnya untuk berbuat lebih baik dalam pemberdayaan masyarakat, khususnya di bidang kesehatan,” pungkasnya.
Melalui penguatan Posyandu, peningkatan kapasitas kader, serta integrasi pelayanan kesehatan primer, Pemerintah Kota Payakumbuh berharap akses masyarakat terhadap layanan kesehatan semakin luas dan kesadaran untuk menerapkan pola hidup sehat semakin meningkat.***






