Jendelakaba, JAKARTA, 28 Oktober 2026 — Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPP KNPI), Saad Budiman Lubis, bersama jajaran pengurus melaksanakan Apel Sumpah Pemuda ke-98 di pelataran Gedung DPP KNPI, Jakarta, Rabu (28/10/2026).
Apel tersebut menjadi momentum untuk memperkuat semangat persatuan, integritas, dan kemandirian pemuda Indonesia dalam menghadapi berbagai tantangan kebangsaan. Di bawah kepengurusan DPP KNPI periode 2026–2029, dengan jargon Investor of Change Pemuda Indonesia, semangat perubahan diarahkan pada upaya membangun generasi muda yang berdaya saing, berintegritas, serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan nasional.
Semangat tersebut sejalan dengan cita-cita pembangunan nasional yang tertuang dalam Asta Cita Presiden Prabowo Subianto. Namun, pembangunan tidak cukup hanya diukur melalui pertumbuhan ekonomi dan pembangunan infrastruktur. Keberlanjutan lingkungan, keselamatan masyarakat, serta kelestarian hutan dan sumber daya alam juga harus menjadi perhatian bersama.
Kebakaran Hutan di Sumatera dan Kalimantan Menjadi Peringatan Nasional
Di tengah peringatan Hari Sumpah Pemuda, Indonesia masih menghadapi persoalan serius berupa kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama di sejumlah wilayah Sumatera dan Kalimantan.
Kebakaran tersebut tidak hanya mengancam kelestarian hutan, tetapi juga menimbulkan kabut asap, mengganggu kesehatan masyarakat, merusak habitat satwa liar, serta meningkatkan pelepasan emisi karbon ke atmosfer.
Laporan penanganan kebakaran pada akhir Oktober 2026 menunjukkan bahwa sejumlah wilayah di Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, Sumatera Selatan, dan Jambi masih menghadapi dampak kebakaran. Kondisi ini memperlihatkan bahwa persoalan karhutla membutuhkan penanganan berkelanjutan, sekalipun jumlah titik panas di beberapa wilayah mengalami penurunan.
Karena itu, penanganan karhutla tidak boleh berhenti pada pemadaman api. Pemerintah, aparat penegak hukum, dunia usaha, masyarakat, dan organisasi kepemudaan perlu memperkuat pencegahan, pengawasan kawasan rawan kebakaran, pemulihan lahan yang rusak, serta penegakan hukum terhadap pihak yang terbukti melakukan pembakaran secara melawan hukum.
Pemuda Indonesia harus mengambil bagian dalam upaya tersebut. Kepedulian terhadap lingkungan bukan sekadar persoalan penghijauan, melainkan bagian dari tanggung jawab kebangsaan untuk menjaga ruang hidup generasi sekarang dan generasi mendatang.
Penanaman Pohon di IKN: Wujud Kepedulian Pemuda terhadap Masa Depan Indonesia
Sebagai bagian dari semangat Investor of Change Pemuda Indonesia, agenda penanaman pohon di Ibu Kota Nusantara (IKN) pada 28 November 2026 dapat menjadi momentum untuk memperkuat keterlibatan pemuda dalam menjaga kelestarian lingkungan dan mendukung pembangunan berkelanjutan.
Agenda tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial atau sekadar menanam bibit untuk kepentingan dokumentasi. Penanaman pohon harus disertai komitmen pemeliharaan, pemantauan pertumbuhan, dan evaluasi tingkat keberhasilan tanaman agar manfaat ekologisnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.
Pemilihan jenis pohon yang sesuai dengan kondisi tanah dan iklim setempat, pelibatan masyarakat, serta pemeliharaan tanaman setelah penanaman menjadi faktor penting untuk memastikan kegiatan penghijauan memberikan hasil nyata.
IKN sebagai bagian dari masa depan pembangunan Indonesia perlu didukung oleh kesadaran bahwa kemajuan sebuah kota tidak hanya ditentukan oleh bangunan modern, jalan, dan fasilitas publik, tetapi juga oleh keseimbangan ekosistem, ketersediaan ruang hijau, perlindungan keanekaragaman hayati, dan kualitas lingkungan hidup.
Melalui agenda tersebut, pemuda diharapkan dapat memperkuat kolaborasi dengan pemerintah, masyarakat, komunitas lingkungan, perguruan tinggi, dan dunia usaha untuk membangun gerakan penghijauan yang terukur serta berkelanjutan.
Pemuda Harus Menjadi Investor Perubahan, Bukan Sekadar Penonton
Jargon Investor of Change Pemuda Indonesia mengandung pesan bahwa pemuda harus berani menanamkan gagasan, tenaga, pengetahuan, dan pengabdian untuk menghasilkan perubahan yang bermanfaat bagi bangsa.
Investasi pemuda tidak hanya berbentuk modal ekonomi, tetapi juga kepedulian sosial, keberanian mengawasi kebijakan publik, komitmen menjaga persatuan, dan kesediaan merawat lingkungan hidup.
Peringatan Sumpah Pemuda ke-98 menjadi pengingat bahwa semangat persatuan yang diwariskan para pendiri bangsa harus diterjemahkan ke dalam tindakan nyata. Jika generasi terdahulu berjuang untuk merebut dan mempertahankan kemerdekaan, generasi muda hari ini memiliki tanggung jawab untuk menjaga kualitas demokrasi, memperkuat kemandirian bangsa, dan melestarikan alam Indonesia.
Kebakaran hutan di Sumatera dan Kalimantan serta agenda penanaman pohon di IKN merupakan dua hal yang memperlihatkan pentingnya kesinambungan antara penanganan kerusakan lingkungan dan upaya pemulihan ekosistem.
Menanam pohon adalah langkah awal, merawatnya adalah tanggung jawab, dan memastikan hutan tetap lestari adalah komitmen kebangsaan.
Dengan semangat Sumpah Pemuda, DPP KNPI diharapkan dapat terus mendorong lahirnya generasi muda yang tidak hanya menjadi pelaku pembangunan, tetapi juga penjaga integritas, persatuan, dan keberlanjutan masa depan Indonesia.
Pemuda Berintegritas, Indonesia Bermartabat.
Investor of Change Pemuda Indonesia.
Catatan redaksi: Agenda penanaman pohon di IKN pada 28 November 2026 ditulis sebagai agenda yang direncanakan. Konfirmasi resmi mengenai penyelenggara, peserta, dan rangkaian kegiatan perlu dilakukan sebelum narasi ini diterbitkan sebagai berita faktual.






