Jendelakaba.com – Pemerintah Kota (Pemko) Payakumbuh mengerahkan 61 personel gabungan untuk membantu penanganan darurat bencana banjir bandang yang melanda Kabupaten Solok, Sumatra Barat, Rabu (23/9/2026). Langkah ini merupakan bentuk kepedulian dan solidaritas antardaerah dalam membantu masyarakat yang terdampak bencana.
Pengerahan personel tersebut merupakan tindak lanjut dari instruksi langsung Wali Kota Payakumbuh, Zulmaeta, sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah dalam mendukung upaya penanganan bencana dan meringankan beban masyarakat terdampak.
Tim gabungan yang diberangkatkan terdiri atas personel Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Pemadam Kebakaran, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), serta tenaga kesehatan.
Rombongan dipimpin Wakil Wali Kota Payakumbuh, Elzadaswarman, didampingi Sekretaris Daerah Kota Payakumbuh, Rida Ananda. Pelepasan personel dilaksanakan di lobi Balai Kota Payakumbuh.
“Sesuai instruksi Bapak Wali Kota Zulmaeta, kita menurunkan personel untuk membantu penanganan bencana di Kabupaten Solok,” kata Elzadaswarman saat pelepasan tim.
Ia menjelaskan, seluruh personel telah dipersiapkan dengan memperhatikan kesiapan fisik, ketersediaan logistik, serta alat pelindung diri (APD) untuk menunjang pelaksanaan tugas di lokasi bencana.
Menurutnya, kebutuhan logistik tim disiapkan secara mandiri agar para personel dapat menjalankan tugas secara optimal tanpa menambah beban masyarakat yang sedang menghadapi situasi darurat.
“Kita pastikan personel berangkat dengan kesiapan yang cukup. Logistik harus aman dan mandiri agar mereka tidak membebani masyarakat di lokasi,” ujarnya.
Elzadaswarman menambahkan, pengerahan personel dilakukan secara terpadu melalui koordinasi dengan Sekretaris Daerah. Komposisi tim mencakup tenaga operasional, unsur pengamanan, tenaga kesehatan, serta dukungan teknis lainnya yang disesuaikan dengan kebutuhan penanganan di lapangan.
Kehadiran tim gabungan dari Payakumbuh diharapkan dapat memperkuat upaya penanganan darurat, sekaligus mendukung kelancaran berbagai langkah penanggulangan dampak banjir bandang di Kabupaten Solok.
Pemko Payakumbuh juga memastikan pelaksanaan tugas personel tetap berada dalam perhatian jajaran pimpinan daerah, dengan mengutamakan keselamatan dan kesehatan seluruh anggota tim selama menjalankan misi kemanusiaan.
“Pesan Pak Wali Kota, jaga kesehatan dan keselamatan serta laksanakan tugas dengan sebaik-baiknya. Kami mendoakan seluruh personel diberi kelancaran dan kembali dalam keadaan sehat,” pungkas Elzadaswarman.
Pengerahan 61 personel tersebut menjadi wujud nyata semangat gotong royong dan kepedulian antardaerah dalam menghadapi bencana. Melalui dukungan tenaga dan sumber daya, Pemko Payakumbuh berharap proses penanganan darurat di Kabupaten Solok dapat berjalan lebih optimal.***






