Jendelakaba.com — Pemerintah Kota Payakumbuh menegaskan pentingnya penguatan karakter, moral, dan spiritual peserta didik dalam menghadapi perkembangan teknologi dan derasnya arus informasi digital. Madrasah diharapkan mampu mencetak generasi yang unggul secara akademik, berakhlak mulia, serta memiliki daya saing tanpa kehilangan nilai-nilai keimanan.
Pesan tersebut disampaikan Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta melalui Wakil Wali Kota Elzadaswarman saat membuka Rapat Koordinasi Kelompok Kerja Kepala Madrasah Tsanawiyah (KKMTs) Provinsi Sumatera Barat di MTsN 2 Kota Payakumbuh, Rabu (9/9/2026).
Dalam sambutannya, Elzadaswarman menyampaikan bahwa perkembangan era digital menghadirkan tantangan yang semakin kompleks bagi dunia pendidikan, terutama dalam membentuk karakter dan perilaku generasi muda.
Menurutnya, madrasah tidak hanya berperan sebagai lembaga pendidikan yang berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga memiliki tanggung jawab besar dalam membentengi peserta didik dari pengaruh negatif lingkungan dan informasi yang tidak tersaring.
“Di era digital yang dinamis saat ini, tantangan yang dihadapi para peserta didik semakin kompleks. Oleh karena itu, madrasah memegang peranan krusial sebagai benteng pertahanan moral dan spiritual peserta didik dalam menghalau berbagai potensi dampak negatif dari pergaulan modern maupun arus informasi yang tidak tersaring,” ungkapnya.
Ia menambahkan, kepala madrasah harus mampu menjalankan peran strategis dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Tanggung jawab tersebut tidak terbatas pada aspek administrasi dan manajemen kelembagaan, tetapi juga mencakup pengembangan inovasi pembelajaran serta penguatan pendidikan karakter.
Elzadaswarman mendorong seluruh madrasah untuk terus beradaptasi dengan kemajuan teknologi melalui pembaruan kurikulum dan metode pembelajaran. Namun, pemanfaatan teknologi harus tetap diimbangi dengan penguatan keimanan, ketakwaan, dan akhlakul karimah.
“Di samping itu, peningkatan kapasitas kompetensi guru dan kualitas tata kelola kelembagaan secara berkelanjutan juga harus menjadi fokus utama demi melahirkan lulusan madrasah yang berdaya saing tinggi,” pintanya.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa peningkatan mutu pendidikan madrasah membutuhkan dukungan dan kolaborasi dari seluruh pemangku kepentingan. Pemerintah daerah, Kementerian Agama, kepala madrasah, guru, serta unsur terkait perlu bersinergi dalam merumuskan dan menjalankan program pendidikan yang berdampak langsung terhadap kualitas peserta didik.
Menurutnya, Rapat Koordinasi KKMTs Provinsi Sumatera Barat menjadi forum strategis untuk memperkuat koordinasi, menyamakan persepsi, serta merumuskan langkah-langkah konkret dalam menjawab berbagai tantangan pendidikan madrasah.
“Melalui forum koordinasi ini, kita berharap seluruh pihak dapat terus memperkuat kolaborasi, menyatukan gagasan, dan melahirkan program-program nyata yang dapat diimplementasikan di masing-masing daerah demi kemajuan pendidikan madrasah di Sumatera Barat,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala MTsN 2 Kota Payakumbuh, Yarisman, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada institusinya sebagai tuan rumah pelaksanaan rakor tingkat provinsi tersebut.
Ia mengatakan, kehadiran pengurus dan anggota KKMTs dari 19 kabupaten dan kota se-Sumatera Barat menjadi kesempatan penting untuk mempererat silaturahmi, memperkuat koordinasi, dan menyamakan persepsi dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan madrasah.
Yarisman juga menegaskan kesiapan MTsN 2 Kota Payakumbuh untuk mendukung pelaksanaan kegiatan agar menghasilkan rumusan dan keputusan strategis yang dapat memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan kualitas pendidikan, khususnya pada jenjang madrasah tsanawiyah.
Setelah pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan pembahasan dan diskusi teknis yang melibatkan para kepala madrasah serta pejabat terkait dari kabupaten dan kota se-Sumatera Barat.
Melalui rakor tersebut, diharapkan terbangun kesamaan arah kebijakan dan penguatan sinergi antarmadrasah sehingga peningkatan kualitas pembelajaran, kompetensi tenaga pendidik, dan pembentukan karakter peserta didik dapat berjalan secara berkelanjutan.***






