PASAMAN BARAT — Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat, kembali memperkuat barisan pengkaderan dengan melahirkan 25 kader baru melalui Pendidikan dan Pelatihan Terpadu Dasar (DTD) VIII. Kegiatan yang berlangsung pada 23–25 Oktober 2026 itu menjadi bagian dari upaya mencetak generasi muda yang militan, mandiri, dan tangguh dalam mengabdi kepada umat, bangsa, dan negara.
Kegiatan yang dipusatkan di Kompleks Madrasah Pondok Qur’an (MPQ) Al-Falah, Jorong Suka Maju, Nagari Mahakarya, Kecamatan Luhak Nan Duo, tersebut mengusung tema “Mencetak Kader Militan, Mandiri, dan Tangguh.” Tema ini menegaskan komitmen GP Ansor dalam membangun kader yang memiliki kekuatan ideologis, kedisiplinan organisasi, serta kesiapan menghadapi tantangan zaman.
Ketua PC GP Ansor Pasaman Barat, Dr. Suharjo, M.Pd., menegaskan bahwa DTD bukan sekadar agenda formal organisasi, melainkan proses pembentukan karakter dan penguatan komitmen kader terhadap nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah.
“DTD adalah kawah candradimuka. Dari sinilah kita ditempa menjadi pribadi yang disiplin, solid, dan militan. Satu komando, satu tujuan. Dua puluh lima kader yang lahir hari ini adalah harapan baru bagi pergerakan Ansor yang berdaya dan berdampak bagi masyarakat Pasaman Barat,” tegas Suharjo.
Menurutnya, pengkaderan merupakan fondasi penting bagi keberlanjutan organisasi. Kader yang ditempa melalui pendidikan dasar diharapkan tidak hanya memahami nilai dan tradisi organisasi, tetapi juga mampu menerjemahkannya dalam kerja nyata di tengah masyarakat.
Santri dan Pemuda Bersatu dalam Barisan Ansor
Dari seluruh peserta yang mengikuti rangkaian pendidikan dan pelatihan, sebanyak 25 orang dinyatakan lulus. Mereka terdiri atas 20 santri utusan berbagai pondok pesantren di Pasaman Barat dan lima peserta dari unsur masyarakat umum.
Komposisi tersebut menunjukkan keterlibatan kalangan pesantren dan pemuda masyarakat dalam memperkuat basis pengkaderan GP Ansor. Perpaduan keduanya diharapkan mampu melahirkan kader yang memiliki pemahaman keagamaan, semangat kebangsaan, serta kepedulian sosial.
Pelaksanaan DTD VIII dipimpin Ketua Panitia Aditia Irwanto, S.H. Berkat koordinasi panitia dan dukungan berbagai pihak, kegiatan berlangsung dengan suasana khidmat dan penuh kekeluargaan.
Proses pendidikan menjadi ruang bagi peserta untuk memperkuat kedisiplinan, kebersamaan, pemahaman keorganisasian, dan tanggung jawab sebagai bagian dari gerakan pemuda Nahdlatul Ulama.
Pembukaan kegiatan turut dihadiri Ketua Pimpinan Wilayah (PW) GP Ansor, Chaydirul Yahya, M.M., yang memberikan arahan serta motivasi kebangsaan kepada para peserta.
Kehadiran pimpinan wilayah tersebut menjadi bentuk dukungan terhadap penguatan kaderisasi di tingkat cabang, sekaligus mendorong agar kader Ansor terus mengembangkan kapasitas diri dan mengambil peran positif dalam kehidupan bermasyarakat.
Dukungan juga datang dari unsur kepolisian melalui kehadiran AKP Bermana Manda, S.H., M.H. Kehadiran unsur aparat keamanan mencerminkan pentingnya sinergi antara organisasi kepemudaan dan kepolisian dalam menjaga keamanan, ketertiban, serta keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Pesan Pengasuh MPQ Al-Falah: Iman, Ilmu, dan Amal
Sebagai tuan rumah, pengasuh MPQ Al-Falah, Gus M. Nur Marzuqi, menyambut baik pelaksanaan DTD VIII di lingkungan pesantren yang diasuhnya.
Ia berharap para kader yang telah menyelesaikan pendidikan dasar tersebut dapat menjaga istiqamah dalam berorganisasi dan menjadikan nilai-nilai keislaman sebagai landasan pengabdian.
“Iman, ilmu, amal. Itulah napas Ansor. Semoga dari MPQ Al-Falah ini lahir kader-kader yang tidak hanya militan secara organisasi, tetapi juga militan dalam menjaga Al-Qur’an dan tradisi ulama,” ungkap Gus Marzuqi.
Pesan tersebut menegaskan bahwa militansi kader tidak semata-mata diukur dari kekuatan barisan atau kedisiplinan organisasi, tetapi juga dari konsistensi dalam mengamalkan ajaran agama, menjaga akhlak, menghormati ulama, dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Memperkuat Pengabdian untuk Umat dan Bangsa
Tuntasnya DTD VIII menjadi momentum bagi PC GP Ansor Pasaman Barat untuk memperkuat gerakan kaderisasi dan memperluas pengabdian di tengah masyarakat.
Sebanyak 25 kader baru tersebut diharapkan mampu menjadi bagian dari penggerak kegiatan keagamaan, sosial kemasyarakatan, serta penguatan nilai kebangsaan di lingkungan masing-masing.
Bagi GP Ansor, keberhasilan pengkaderan tidak berhenti pada kelulusan peserta. Tantangan berikutnya adalah memastikan setiap kader mampu menjaga komitmen, aktif berorganisasi, dan menghadirkan manfaat nyata bagi umat.
Dengan semangat Khidmat untuk Umat, GP Ansor Pasaman Barat meneguhkan langkah untuk terus membangun generasi muda yang berpegang teguh pada nilai keislaman, menjunjung tinggi persatuan, serta siap berkontribusi bagi kemajuan daerah dan Indonesia.






