Tim Ekspedisi Patriot IPB Perkenalkan Dua Varietas Cabai Unggul, Dorong Pekarangan Produktif di Sijunjung

Tim Ekspedisi Patriot IPB Perkenalkan Dua Varietas Cabai Unggul, Dorong Pekarangan Produktif di Sijunjung

SIJUNJUNG — Tim Ekspedisi Patriot (TEP) IPB University memperkenalkan dua varietas cabai, Triwarsana IPB dan Bonita IPB, kepada kelompok wanita tani (KWT) dan anggota Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) di Nagari Kamang Makmur, Kabupaten Sijunjung, Sumatera Barat. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan keterampilan masyarakat dalam budidaya cabai dan pemanfaatan pekarangan rumah.

Pelatihan berlangsung di Kebun Percontohan KWT Bunda Makmur, Jorong Timpeh 4, Kawasan Transmigrasi Muara Takung–Kamang Baru, Selasa (13/10/2026). Peserta mendapatkan materi mengenai karakteristik varietas, teknik penyemaian, pemindahan bibit, pemupukan, serta pengenalan hama dan penyakit tanaman cabai.

Ketua TEP IPB University, Dr. Veralianta Br. Sebayang, S.P., M.Si., mengatakan pengenalan varietas cabai merupakan salah satu upaya untuk memperluas akses masyarakat terhadap inovasi pertanian yang dapat diterapkan dalam skala rumah tangga.

“Budidaya cabai tidak harus dilakukan di lahan yang luas, tetapi juga dapat dimulai dari pekarangan rumah menggunakan pot atau polybag. Kami berharap pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh dapat diterapkan oleh ibu-ibu KWT dan PKK sehingga pekarangan rumah menjadi lebih produktif,” ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut, anggota TEP IPB, Sinta Naria Suryani, S.P., menjelaskan perbedaan karakteristik kedua varietas yang diperkenalkan.

Triwarsana IPB merupakan cabai hias dengan buah yang menampilkan tiga warna, yakni kuning, ungu, dan merah, dalam satu tanaman. Perubahan warna terjadi seiring perkembangan tingkat kematangan buah. Bentuk pertumbuhannya yang cenderung melebar menjadikannya pilihan untuk memperindah teras maupun pekarangan rumah.

Sementara itu, Bonita IPB dikenal memiliki tingkat kepedasan tinggi dengan potensi produksi sekitar 156–325 buah per tanaman. Varietas ini juga dilaporkan memiliki ketahanan terhadap penyakit virus kuning tertentu yang ditularkan melalui serangga vektor.

“Triwarsana dan Bonita memiliki keunggulan yang berbeda. Triwarsana menarik sebagai cabai hias karena buahnya memiliki tiga warna dalam satu tanaman, sedangkan Bonita memiliki tingkat kepedasan tinggi dan potensi buah yang lebat. Masyarakat dapat memilih varietas sesuai kebutuhan, baik untuk memperindah pekarangan maupun untuk budidaya cabai,” jelas Sinta.

Selain pemaparan materi, peserta mengikuti demonstrasi penyemaian benih menggunakan campuran tanah, pupuk kandang, dan arang sekam dengan perbandingan 1:1:1. Tim juga memperagakan cara memindahkan bibit ke wadah tanam yang lebih besar dengan tetap menjaga kondisi perakaran.

Untuk Triwarsana IPB, pot berdiameter sekitar 20 sentimeter dapat digunakan sebagai wadah tanam. Adapun Bonita IPB dapat dibudidayakan menggunakan polybag berukuran besar atau ditanam langsung di tanah pekarangan.

Peserta turut mendapatkan penjelasan mengenai perawatan tanaman setelah pemindahan bibit, termasuk pemberian pupuk sesuai kebutuhan pertumbuhan serta pemantauan hama dan penyakit. Penggunaan pupuk maupun pestisida juga perlu mengikuti petunjuk pemakaian agar perawatan dilakukan secara tepat.

Sebagai tindak lanjut, TEP IPB membagikan bibit cabai berusia sekitar 20 hari setelah semai, benih cabai, serta leaflet panduan budidaya kepada peserta. Bantuan tersebut diharapkan memudahkan masyarakat mempraktikkan materi pelatihan secara mandiri di rumah.

Salah seorang anggota KWT Bunda Makmur mengatakan kegiatan tersebut memberikan pengetahuan baru mengenai pemilihan varietas dan teknik budidaya cabai.

“Melalui kegiatan ini, kami jadi lebih mengenal jenis cabai yang bisa ditanam di sekitar rumah. Kami juga belajar menyemai benih, memindahkan bibit ke pot, dan merawatnya agar tumbuh dengan baik. Adanya pembagian bibit, benih, dan leaflet membantu kami mencoba menanam sendiri di rumah,” ungkapnya.

Rangkaian kegiatan juga diisi dengan penyerahan bibit cabai secara simbolis kepada perwakilan PKK Nagari Kamang Makmur dan pengisian post-test untuk mengevaluasi pemahaman peserta terhadap materi yang diberikan.

Melalui pengenalan varietas Triwarsana IPB dan Bonita IPB, TEP IPB berharap masyarakat di Kawasan Transmigrasi Muara Takung–Kamang Baru semakin mengenal inovasi pertanian yang dapat diterapkan pada skala rumah tangga.

Pemanfaatan pekarangan melalui budidaya cabai diharapkan menjadi salah satu langkah untuk meningkatkan produktivitas lingkungan tempat tinggal sekaligus memperkuat keterampilan pertanian masyarakat berbasis potensi lokal.