Jendelakaba.com, Jakarta, 15 Juli 2026 – Penguatan literasi digital dan perlindungan anak di ruang siber menjadi aspek penting dalam mendukung transformasi pendidikan di era digital. Hal tersebut menjadi salah satu pembahasan utama dalam webinar “Transformasi Digital Pendidikan: Membangun Generasi Sehat, Cerdas, dan Aman di Era Digital” yang digelar secara virtual melalui Zoom Meeting, Rabu (15/7).
Pegiat Literasi Digital, Drs. Gun Gun Siswadi, M.Si., menjelaskan bahwa transformasi digital menghadirkan peluang besar dalam meningkatkan kualitas pembelajaran. Namun, perkembangan teknologi juga membawa tantangan berupa kesenjangan akses internet, rendahnya kompetensi digital, maraknya hoaks, perundungan siber, hingga ancaman terhadap keamanan anak di ruang digital.
Menurutnya, pemerintah telah mengambil langkah strategis melalui berbagai regulasi untuk memperkuat perlindungan anak di internet, termasuk penerbitan Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Perlindungan Anak serta Peraturan Menteri Nomor 9 Tahun 2026 yang mengatur pembatasan akses anak di bawah usia 16 tahun terhadap sejumlah platform digital berisiko tinggi.
Ia menilai keberhasilan implementasi regulasi tersebut memerlukan kolaborasi antara pemerintah, penyelenggara platform digital, sekolah, guru, dan orang tua agar anak-anak dapat menggunakan teknologi secara aman dan bertanggung jawab.
Selain itu, Gun Gun menekankan pentingnya pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) secara bijaksana di dunia pendidikan. AI dinilai mampu memperkaya proses pembelajaran melalui penyediaan materi belajar yang adaptif, analisis data pendidikan, hingga pengembangan media pembelajaran yang lebih interaktif.
Meski demikian, ia mengingatkan bahwa AI tidak boleh menggantikan peran guru dalam membentuk karakter, etika, dan kemampuan berpikir kritis peserta didik.
Ia juga mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat empat pilar literasi digital, yakni digital skill, digital culture, digital ethics, dan digital safety, sebagai bekal utama generasi muda dalam menghadapi perkembangan teknologi.
“Transformasi digital pendidikan hanya akan berhasil apabila seluruh pihak bergerak bersama menciptakan ruang digital yang aman, sehat, dan produktif bagi anak-anak Indonesia,” tegasnya.***






