Jendelakaba.com, Jakarta — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak hanya ditujukan untuk meningkatkan kualitas gizi masyarakat, tetapi juga menjadi instrumen pembangunan nasional yang berdampak pada sektor kesehatan, pendidikan, ekonomi, hingga ketahanan nasional.
Hal tersebut disampaikan Deputi Bidang Promosi dan Kerja Sama Badan Gizi Nasional, Dr. Gunalan AP, M.Si., dalam webinar bertema “MBG: Menyiapkan Generasi Tangguh untuk Kedaulatan Bangsa dan Pertahanan Negara di Era Disrupsi”, Rabu (17/6/2026).
Menurut Gunalan, MBG merupakan salah satu strategi nasional dalam mempersiapkan generasi sehat, cerdas, dan produktif menuju Indonesia Emas 2045. Program tersebut hadir untuk menjawab berbagai tantangan pembangunan manusia, mulai dari stunting, ketimpangan kualitas sumber daya manusia, hingga ancaman krisis pangan global.
“Pemenuhan gizi yang berkualitas merupakan fondasi utama dalam membangun sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa MBG dilaksanakan melalui pendekatan multisektor karena persoalan gizi tidak dapat diselesaikan hanya melalui satu bidang pembangunan. Dari aspek pendidikan, program ini diharapkan meningkatkan kemampuan belajar peserta didik. Dari aspek kesehatan, program ini mendukung perbaikan status gizi masyarakat. Sementara dari sisi ekonomi, MBG membuka peluang perputaran ekonomi yang lebih luas melalui keterlibatan pelaku usaha lokal.
Gunalan menambahkan bahwa pelaksanaan MBG juga memberikan dampak ekonomi yang signifikan. Kebutuhan bahan pangan dalam program tersebut mendorong peningkatan permintaan terhadap hasil pertanian, peternakan, dan perikanan lokal.
Selain itu, UMKM dan koperasi turut memperoleh peluang untuk terlibat dalam rantai pasok program sehingga dapat meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat di berbagai daerah.
“Program ini tidak hanya menghasilkan manfaat kesehatan, tetapi juga menciptakan efek berganda bagi pertumbuhan ekonomi lokal dan kesejahteraan masyarakat,” katanya.
Ia menegaskan bahwa keberhasilan MBG membutuhkan sinergi berbagai pihak, mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, dunia pendidikan, sektor swasta, hingga masyarakat.
Melalui kolaborasi tersebut, Program Makan Bergizi Gratis diharapkan mampu melahirkan generasi Indonesia yang sehat, produktif, dan siap menghadapi berbagai tantangan global di masa depan.***






