Kejar Target Imunisasi 56,8 Persen, Pemko Payakumbuh Perkuat Edukasi dan Pelayanan Kesehatan Anak

Jendelakaba.com – Pemerintah Kota Payakumbuh menggencarkan program Bulan Imunisasi Kejar sebagai upaya meningkatkan cakupan imunisasi dasar lengkap bagi bayi dan balita. Pasalnya, hingga September 2026, capaian imunisasi dasar lengkap di Kota Payakumbuh baru mencapai 18,9 persen, masih jauh dari target sebesar 56,8 persen.

Langkah percepatan tersebut ditandai dengan kegiatan edukasi dan pelayanan imunisasi bagi bayi dan balita yang dipusatkan di Puskesmas Payolansek, Jumat (23/10/2026). Kegiatan ini melibatkan delapan puskesmas yang tersebar di seluruh wilayah Kota Payakumbuh.

Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta melalui Staf Ahli Wali Kota, Erizon, menegaskan bahwa imunisasi merupakan salah satu langkah penting untuk melindungi anak dari berbagai penyakit menular yang sebenarnya dapat dicegah melalui vaksinasi.

Ia mengajak seluruh orang tua agar lebih peduli terhadap kesehatan anak dengan memastikan pemberian imunisasi sesuai jadwal yang telah ditetapkan.

“Imunisasi lengkap adalah hak anak dan tanggung jawab kita bersama. Satu anak yang tidak mendapatkan imunisasi lengkap berisiko menularkan penyakit kepada anak-anak lainnya,” kata Erizon.

Sementara itu, Ketua Tim Penggerak PKK Kota Payakumbuh, Eni Zulmaeta, mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terpengaruh informasi keliru atau hoaks mengenai imunisasi yang beredar di tengah masyarakat.

Menurutnya, orang tua harus mampu memilah informasi berdasarkan sumber yang dapat dipercaya, sehingga tidak mengabaikan pentingnya imunisasi bagi kesehatan dan masa depan anak.

“Orang tua harus bijak menyaring informasi. Imunisasi penting untuk melindungi anak dari berbagai penyakit menular,” ujarnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Payakumbuh, dr. Yanti, menjelaskan bahwa Bulan Imunisasi Kejar akan berlangsung selama satu bulan penuh. Program ini bertujuan menjangkau anak-anak yang belum mendapatkan imunisasi maupun yang belum melengkapi dosis vaksinasi sesuai usianya.

Pelaksanaan program tersebut sekaligus merupakan perluasan kegiatan Pekan Imunisasi (Penari) dalam rangka menyambut Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-62. Jika sebelumnya kegiatan hanya berlangsung selama satu minggu, tahun ini pelaksanaannya diperpanjang menjadi satu bulan.

Yanti menyebutkan, sasaran utama program ini adalah bayi berusia 0–11 bulan dan anak usia 12–23 bulan. Pemberian imunisasi akan disesuaikan dengan kebutuhan serta riwayat vaksinasi masing-masing anak.

“Melalui pelayanan imunisasi kejar, kami berharap cakupan imunisasi dasar lengkap meningkat dan anak-anak terlindungi dari penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi,” jelasnya.

Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 80 orang tua yang merupakan perwakilan dari delapan puskesmas mendapatkan edukasi mengenai manfaat dan pentingnya imunisasi. Kegiatan edukasi ini terlaksana melalui kerja sama dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Paliko dan dilanjutkan dengan pelayanan vaksinasi oleh petugas kesehatan.

Yanti menambahkan, peningkatan cakupan imunisasi membutuhkan dukungan dan kolaborasi seluruh pihak, mulai dari pemerintah, tenaga kesehatan, kader posyandu hingga orang tua.

Kehadiran kader penggerak inovasi Sahabat Bayi juga diharapkan mampu menjadi penghubung informasi sekaligus membantu meluruskan berbagai informasi keliru mengenai imunisasi di tengah masyarakat.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kota Payakumbuh, Yeni Elzadaswarman, dokter spesialis anak dr. M. Luthfi Suhaimi, Sp.A, selaku narasumber, serta jajaran pimpinan puskesmas dan penanggung jawab program imunisasi se-Kota Payakumbuh.

Menutup keterangannya, Yanti kembali mengingatkan pentingnya ketepatan waktu pemberian imunisasi agar perlindungan kesehatan anak dapat terpenuhi sejak dini.

“Kejar sebelum usia satu tahun, tuntaskan sebelum usia dua tahun. Keberhasilan program ini membutuhkan dukungan pemerintah, tenaga kesehatan, kader, dan terutama orang tua,” pungkasnya.***