BAKTI Komdigi Dorong UMKM Manfaatkan Infrastruktur Digital untuk Perluas Pasar

Jendelakaba.com – Infrastruktur digital yang semakin berkembang perlu dimanfaatkan secara optimal oleh pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk memperluas pasar, meningkatkan efisiensi usaha dan memperkuat daya saing.

Plt. Direktur Keuangan BAKTI Komdigi Tri Haryanto, S.T., M.T., menyampaikan hal tersebut dalam Sosialisasi Merajut Nusantara bertajuk “Optimalisasi Teknologi Digital untuk Pengembangan UMKM Berkelanjutan”, Selasa (29/9/2026).

Tri mengatakan, perkembangan teknologi telah mendorong perubahan besar dalam perilaku konsumen. Informasi mengenai produk, harga, promosi hingga ulasan pelanggan kini dapat diperoleh melalui perangkat digital.

Karena itu, pelaku UMKM perlu menyesuaikan diri dengan perubahan tersebut agar tidak tertinggal dalam persaingan.

“UMKM tidak hanya cukup bertahan, tetapi harus mampu beradaptasi, tumbuh dan naik kelas,” katanya.

Ia menjelaskan BAKTI Komdigi memiliki tugas mengatasi kesenjangan digital, khususnya antara wilayah perkotaan dan pedesaan, termasuk kesenjangan literasi digital di daerah terpencil.

Per April 2026, BAKTI disebut telah memiliki 6.747 BTS yang on air dan 31.864 titik layanan internet. Selain itu, konektivitas juga didukung jaringan Palapa Ring dan Satelit Republik Indonesia (SATRIA) dengan kapasitas 150 Gbps.

Menurut Tri, infrastruktur tersebut merupakan fondasi penting. Namun, konektivitas harus disertai dengan ekosistem pendukung seperti literasi digital, pendidikan, legalitas usaha, pembayaran digital, pemasaran, logistik, pembiayaan dan pemanfaatan data.

Ia menyebut kontribusi UMKM terhadap perekonomian Indonesia sangat besar. Dalam paparannya, UMKM disebut berkontribusi sekitar 61 persen terhadap PDB dan menyerap sekitar 97 persen tenaga kerja.

Namun, masih terdapat banyak pelaku UMKM yang belum masuk ke ekosistem digital.

“Masih ada sekitar 60 persen UMKM yang perlu didorong untuk masuk ke ekosistem digital,” ujarnya.

Tri menjelaskan, digitalisasi memberikan sejumlah manfaat bagi UMKM, mulai dari memperluas pasar, meningkatkan efisiensi tata kelola, memperkuat branding, mempermudah akses pembiayaan hingga membantu pengambilan keputusan berdasarkan data.

Pelaku usaha juga dapat memanfaatkan WhatsApp Business, Instagram, TikTok, Facebook, YouTube dan marketplace sebagai kanal pemasaran. Sementara untuk pencatatan keuangan, tersedia berbagai aplikasi digital maupun perangkat sederhana seperti Excel.

Ia mengingatkan, digitalisasi juga harus dibarengi dengan tata kelola keuangan yang baik. Pelaku usaha perlu memisahkan uang pribadi dan uang usaha, mencatat arus kas, stok, piutang dan utang.

Selain itu, legalitas usaha juga perlu diperkuat melalui proses perizinan dan Nomor Induk Berusaha (NIB) sesuai ketentuan yang berlaku.

Anggota Komisi I DPR RI Dr. H. Jefry Romdonny, M.Si., M.M., menambahkan bahwa infrastruktur fisik seperti jalan tol dan bandara perlu dipadukan dengan infrastruktur digital.

Menurutnya, jalan tol dapat mempercepat distribusi produk, sementara teknologi digital dapat mempercepat pertemuan antara produk dengan calon pelanggan.

Karena itu, pembangunan infrastruktur diharapkan tidak hanya membuka akses bagi produk luar masuk ke daerah, tetapi juga menjadi sarana bagi produk UMKM lokal untuk menembus pasar nasional bahkan internasional.

Pegiat Literasi Digital Didi mengatakan, transformasi digital dapat dilakukan secara bertahap. UMKM dapat memulai dengan WhatsApp Business dan QRIS, kemudian masuk ke marketplace dan media sosial, mengintegrasikan sistem CRM serta akuntansi digital, hingga memanfaatkan big data dan AI.

Kolaborasi pemerintah, perbankan, marketplace, perguruan tinggi, komunitas dan masyarakat dinilai penting agar transformasi digital UMKM dapat berjalan lebih cepat dan memberikan dampak terhadap pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.***