Jendelakaba.com – Wakil Wali Kota Payakumbuh, Elzadaswarman, mengajak siswa MTsN 1 Kota Payakumbuh untuk memperkuat iman dan takwa, menjaga kesehatan, peduli terhadap lingkungan, serta mencegah perundungan atau bullying.
Ajakan tersebut disampaikannya saat menjadi pembina upacara bendera di MTsN 1 Kota Payakumbuh, Senin (3/8/2026).
Di hadapan ratusan siswa, majelis guru, dan tenaga kependidikan, Elzadaswarman yang mewakili Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta mengatakan bahwa pembentukan karakter generasi muda tidak cukup hanya melalui pencapaian akademik.
Menurutnya, generasi muda juga perlu dibekali dengan penguatan akhlak, kepedulian sosial, pola hidup sehat, serta tanggung jawab terhadap lingkungan.
Elzadaswarman menyebut generasi muda saat ini menghadapi tantangan sosial yang semakin kompleks seiring perkembangan teknologi dan perubahan lingkungan pergaulan. Oleh karena itu, keimanan, ketakwaan, dan ilmu pengetahuan harus dibangun secara seimbang.
“Ancaman ada di sekitar kita. Oleh karena itu, kita harus terus meningkatkan keimanan dan ketakwaan. Iman tanpa ilmu tidak akan sempurna, begitu juga ilmu tanpa iman tidak akan membawa kebaikan. Keseimbangan inilah yang harus dibangun, dan saya yakin madrasah menjadi tempat yang tepat untuk menanamkan nilai-nilai tersebut,” ujarnya.
Selain penguatan karakter, Elzadaswarman juga mengajak seluruh warga madrasah untuk meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan.
Menurutnya, perkembangan gaya hidup di era digital memberikan berbagai kemudahan, namun di sisi lain juga memunculkan persoalan baru, salah satunya meningkatnya penggunaan kemasan plastik yang berdampak terhadap lingkungan.
Ia pun meminta para siswa membangun kebiasaan sederhana dengan mengurangi penggunaan plastik serta membuang sampah pada tempatnya.
“Madrasah ini telah dikenal sebagai sekolah yang peduli lingkungan. Mari kita jaga bersama. Jangan hanya pandai berbicara tentang kebersihan, tetapi juga membiasakan tindakan nyata. Kalau melihat sampah, ambillah dan buang ke tempat sampah. Dulu kita mengenal gerakan dengan istilah ‘LISA’, yakni Lihat Sampah Ambil. Budaya itu harus kita hidupkan kembali,” katanya.
Menurut Elzadaswarman, kepedulian terhadap kebersihan harus berjalan seiring dengan penerapan pola hidup sehat. Ia mengingatkan para siswa agar membangun kebiasaan hidup bersih dan menjaga kesehatan sejak usia sekolah.
“Kesehatan adalah modal utama untuk meraih cita-cita. Hal-hal besar selalu diawali dari kebiasaan kecil. Menjaga kebersihan lingkungan merupakan langkah sederhana yang memberikan manfaat besar bagi kehidupan,” tuturnya.
Ia juga mengajak siswa membiasakan diri berolahraga secara teratur. Ajakan tersebut disampaikan secara interaktif dan mendapat respons antusias dari peserta upacara melalui yel-yel yang dipimpinnya.
Dalam kesempatan itu, Elzadaswarman turut mengingatkan pentingnya mencegah perundungan yang dapat terjadi secara langsung di lingkungan sekolah maupun melalui media sosial.
Menurutnya, perundungan dapat memberikan dampak serius bagi korban. Karena itu, pencegahannya harus dimulai dengan membangun budaya saling menghormati, menghargai, dan mendukung satu sama lain.
“Kita harus menghormati teman, saling menghargai, dan tidak melakukan bullying dalam bentuk apa pun. Mari mulai dari diri sendiri untuk menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan saling mendukung,” pesannya.
Mengakhiri amanatnya, Elzadaswarman mengajak para siswa menerapkan prinsip Think Big, Do Small, Act Now, yakni memiliki cita-cita besar, memulainya dari tindakan sederhana, dan tidak menunda untuk melakukan kebaikan.
“Betapa pun jauhnya perjalanan yang akan kita tempuh, semuanya dimulai dari langkah pertama. Jangan menunggu besok. Apa yang bisa dilakukan hari ini, lakukan sekarang juga. Dengan semangat itu saya yakin anak-anak MTsN 1 Kota Payakumbuh akan tumbuh menjadi generasi yang sehat, berakhlak mulia, berprestasi, dan siap menjadi pemimpin bangsa di masa depan,” pungkasnya.***






