SABAR ITU INDAH

Khazanah

 

 

Oleh : Syaiful Anwar

Dosen FE Unand Kampus II Payakumbuh 

 

Ada hal dan kejadian yang sebahagian besar kita  menganggapnya aneh, tidak adil, sulit dipikirkan dan dipecahkan. Kejadian itu ialah, kenapa orang-orang suci, termasuk para Nabi dan Rasul dan orang suci lainnya, yaitu orang yang sudah nyata menjadi utusan dan kepercayaan dan dicintai oleh Tuhan, mengalami nasib dan penderitaan yang lebih hebat dalam hidup dan kehidupan di dunia ini. Semua Nabi dan Rasul yang suci murni, semua para Wali dan Pejuang ke arah kesucian, semuanya menderita nasib dan penderitaan yang jauh lebih hebat dan sengsara kalau dibanding dengan orang kafir, jahat dan penuh dengan noda dan dosa dalam hidupnya. Bahkan kebalikannya, orang yang nyata menentang ajaran Allah, orang yang sebenarnya penuh dosa dan noda, penuh dengan berbagai kejahatan dan tipuan, tetapi mengalami kejadian keadaan yang senang dan bahagia dalam kehidupan mereka di dunia ini. 

 

Alangkah hebatnya penderitaan yang diderita Nabi Nuh a.s. 950 tahun lamanya selalu di bawah ancaman penghinaan dan sindiran halus dan kasar dari bangsanya yang sesat dan jahat. Tetapi karena Nuh tahu dia dalam kebenaran, sedang bangsanya jahat dan bodoh, maka Nabi Nuh a.s. sanggup menghadapi segala ancaman dan hinaan itu. Bagaimanapun hebatnya ancaman dan kesengsaraan, hanya terasa sebagai hiburan semata bagi orang  yang punya kesabaran yang indah. 

 

Nabi Nuh a.s. tak pernah merasa terhina karena penghinaan orang yang dihina, tidak pernah merasa rendah karena direndahkan oleh orang yang rendah, dan tak pernah merasa gentar dan takut sekalipun diancam orang dengan mata pedang terhunus. Kalau Nabi Nuh merasa sedih dan pilu hatinya, itu bukanlah karena penghinaan dan ancaman kaumnya, tetapi karena memikirkan nasib kaumnya yang sesat itu. Di dunia tak berbahagia, sedang di akhirat nanti kekal dalam neraka. Hanya inilah pokok pangkal kesedihan hati para Nabi dalam hidup dan perjuangan hidupnya di dunia fana ini. 

Nabi Ibrahim a.s. adalah Nabi terbesar dan termulia. Beliau, Bapak dan nenek moyang hampir semua Nabi dan Rasul. Nabi Ibrahim lah yang pertama-tama membawa ajaran yang diajarkan oleh Nabi Musa, Nabi Isa dan Nabi Muhammad Saw. Seorang Nabi mulia yang oleh Tuhan diberi pangkat khalilur Rahman, artinya kekasih Tuhan. 

 

Sekalipun begitu, nasib penderitaan yang dialami oleh Nabi Ibrahim tidak kalah dengan penderitaan Nabi dan Rasul lainnya. 

 

Beliau berhadapan dengan bangsa yang bodoh di masa gelap. Beliau berhadapan dengan satu kekuasaan yang amat perkasa. Karena beliau tidak mau disuruh menyembah berhala, bahkan beliau menghancurkan berhala yang menjadi sesembahan manusia di kala itu, beliau dihukum mati dengan pembakaran (api). Beliau masuki lautan api yang garang itu dengan senyum simpul. 

 

Setelah berpuluh-puluh tahun ingin mempunyai anak, akhirnya Allah memberinya seorang anak, tempat Ibrahim menumpahkan cinta kasihnya. Tiba-tiba Allah memerintah-kannya untuk menyembelih anak yang tercinta itu. Itu pun dijalankan Nabi Ibrahim dengan patuh, dengan tidak memikirkan akibatnya, semata-mata hanya tahu bahwa itu adalah perintah Allah. 

 

Air mata kita pasti jatuh berlinang, kalau kita mendengarkan uraian bagaimana nasib penderitaan yang diderita oleh Nabi Isa a.s. dan Nabi Muhammad. Begitu juga penderitaan yang dialami oleh Ya‘qub dan anaknya Nabi Yusuf a.s. 

 

Itu adalah penderitaan para Nabi dan Rasul. Dan nasib mereka diiringi dengan nasib penderitaan para sahabat dan pengikut para Nabi dan Rasul itu. Semua kita barangkali pernah mendengar nasib penderitaan Umar bin Khaththab, Usman bin Affan, Ali bin Abi Thalib, Hasan dan Husain dan seterusnya. Nasib para Tabiin dan pemimpin dan Ulama-ulama besar yang datang kemudian: Imam Syafi‘i, Imam Malik, Imam Abu Hanifah, Ibnu Taimiyah, Ibnul Qayyim al-Jauziyah, Sayyid Quthb, dll. Semua adalah orang suci mulia, menderita penderitaan yang jauh lebih hebat dan mengerikan. 

 

Tetapi Anda tak usah bersedih mengingat penderitaan mereka, sebab semua penderitaan itu buat mereka tidak ada apa-apanya, sebab di alam batin mereka, mereka mempunyai energi yang jauh lebih hebat dari penderitaan yang mereka alami itu. Energi itu adalah kesabaran yang indah

 

Mereka adalah para pribadi tangguh. Penderitaan yang mereka alami, bagi mereka adalah permainan zaman yang mereka terima dengan senyuman. 

 

Sebab itu, kebahagiaan dapat diciptakan bukan karena Anda dalam kondisi yang serba berkecukupan, justru dalam kondisi yang sangat menderita. Karena dalam hati Anda ada sebuah keyakinan bahwa Allah akan mengganti setiap penderitaan dengan kebahagiaan, dan akan memberi pahala tanpa batas kepada orang-orang yang sabar. 

 

#Syaiful_Anwar

#Fakultas_Ekonomi

#Universitas_Andalas

#Kampus2_Payakumbuh

#Pil_Anti_Sedih

#Sabar_Itu_Indah

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *