Kresna Dewanata Phrosakh (Anggota Komisi 1 DPR RI) Hadiri Ngobrol Bareng Legislator webinar yang digelar Kominfo RI dengan tema “Pemilu Damai, Ruang Digital Aman”

Jendelakaba.com–Jakarta–Kresna Dewanata Phrosakh (Anggota Komisi 1 DPR RI) Hadiri Ngobrol Bareng Legislator webinar yang digelar Kominfo RI dengan tema “Pemilu Damai, Ruang Digital Aman” secara online melalui platform zoom meeting pada Senin, 12 Februari 2024.

Beliau menyampaikan bahwa Pemilu Damai dan Ruang Digital Aman merupakan dua aspek yang sangat krusial dalam konteks perkembangan demokrasi di era digital. Pertama-tama, penting untuk memahami bahwa pemilu yang damai adalah fondasi utama bagi keberlanjutan demokrasi. Dalam konteks ini, partisipasi aktif masyarakat dalam proses pemilihan umum menjadi kunci. Masyarakat perlu diedukasi tentang hak dan tanggung jawab mereka, serta pentingnya menyampaikan pendapat secara damai. Kolaborasi antara pemerintah, lembaga pemilihan, dan kelompok masyarakat sipil juga menjadi faktor krusial untuk menciptakan iklim pemilu yang aman dan adil.

Di samping itu, mengingat transformasi digital yang pesat, pemilu damai juga harus mencakup aspek ruang digital. Teknologi dan media sosial memiliki peran besar dalam membentuk opini masyarakat terkait pemilihan umum. Oleh karena itu, perlu ada upaya untuk menjaga ruang digital agar tetap aman dan terbebas dari penyebaran hoaks serta disinformasi. Edukasi mengenai literasi digital menjadi kunci, sehingga masyarakat dapat memahami dan mengidentifikasi informasi yang valid dari yang tidak.

Selain itu, peran aktif platform digital dan media sosial dalam mengawasi dan menghapus konten yang melanggar aturan juga perlu diperkuat untuk menciptakan lingkungan online yang sehat. Aspek ketiga yang tidak kalah penting adalah transparansi dan integritas selama proses pemilu. Pemerintah dan lembaga terkait perlu menjaga keterbukaan dalam proses pemilihan umum, mulai dari tahap pencalonan hingga pengumuman hasil. Informasi yang jelas dan mudah diakses membantu menciptakan kepercayaan masyarakat terhadap integritas pemilu. Selain itu, penggunaan teknologi blockchain dan teknologi terkini lainnya dapat menjadi solusi untuk meningkatkan keamanan dan transparansi selama pemilu.

Salah satu narasumber dalam webinar Heru Permana Putra (Akademisi UIN Bukittinggi) memaparkan bahwakesadaran masyarakat terhadap risiko disinformasi perlu ditingkatkan. Pendidikan politik dan literasi digital harus menjadi bagian integral dari kurikulum pendidikan agar masyarakat dapat memahami cara memilah informasi yang benar dan menghindari penyebaran berita palsu. Peningkatan kesadaran ini tidak hanya mencakup pemilih, tetapi juga kandidat dan tim kampanye. Kandidat perlu memahami etika digital dan mengambil tanggung jawab dalam menyampaikan pesan kampanye secara jujur dan bertanggung jawab.

Pentingnya transparansi dalam pendanaan kampanye menjadi aspek krusial dalam menciptakan pemilu yang adil. Pemerintah dan lembaga terkait harus mengawasi sumber dan penggunaan dana kampanye secara ketat. Dengan demikian, dapat dihindari potensi pengaruh pihak-pihak yang tidak bermoral dalam proses demokratisasi. Penerapan teknologi blockchain dan sistem keuangan yang transparan dapat menjadi solusi untuk meningkatkan akuntabilitas dalam hal pendanaan kampanye.

Dapat dikatakan sebagai inti dari pembahasan kita bahwa pemilu Damai, Ruang Digital Aman merupakan langkah krusial dalam memastikan keberlanjutan demokrasi di era digital. Melalui kolaborasi antara pemerintah, lembaga pengawas pemilu, dan platform digital, bersama dengan peningkatan literasi digital masyarakat, pemilu dapat dijalankan dengan integritas dan keadilan. Dengan transparansi dalam pendanaan kampanye, kita dapat menghindari potensi manipulasi dan memastikan bahwa suara rakyat tercermin dengan adil dalam hasil pemilu.

M. Tri Andika Kurniawan, S.Sos, M.A. (Wakil Rektor Universitas Bakrie) menyampaikan Ketika kita melihat kondisi politik Indonesia, berbagai tantangan muncul terkait pemilu damai dan ruang digital aman. Penggunaan media sosial sebagai alat kampanye dan penyebaran informasi menjadi bagian integral dalam politik modern. Oleh karena itu, regulasi dan pengawasan terhadap penggunaan media sosial selama pemilu menjadi penting. Transparansi dalam sumber dana kampanye dan iklan politik di platform digital juga perlu dijaga agar tidak terjadi manipulasi opini publik.

Keamanan siber menjadi fokus yang tak kalah penting dalam menjaga ruang digital selama pemilu. Ancaman serangan siber yang dapat mengakibatkan kebocoran data atau manipulasi hasil pemilu harus diantisipasi dengan langkah-langkah keamanan yang efektif. Institusi penyelenggara pemilu dan pihak berwenang perlu menjalin kerja sama dengan ahli keamanan siber untuk memastikan integritas sistem dan data terjaga.

Keterlibatan generasi muda sebagai pemilih dan pengguna aktif media sosial menambah kompleksitas dinamika pemilu digital. Oleh karena itu, pendekatan pendidikan politik yang inklusif perlu diterapkan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat, terutama generasi muda, akan pentingnya berpartisipasi dalam pemilu dan menjaga ruang digital sebagai wadah dialog yang positif. Dengan demikian, pemilu damai dan ruang digital aman dapat menjadi pilar yang kuat dalam membangun demokrasi yang kokoh di Indonesia.

Respon (1)

  1. Thank you for your sharing. I am worried that I lack creative ideas. It is your article that makes me full of hope. Thank you. But, I have a question, can you help me?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *