Ir. Irwan Ardi Hasman (Anggota Komisi 1 DPR RI) hadiriwebinar Ngobrol Bareng Legislator yang digelar Kominfo RI dengan tema “Penguatan Karakter Kebangsaan untuk Mencapai Indonesia Emas”

Jendelakaba.com—Ir. Irwan Ardi Hasman (Anggota Komisi 1 DPR RI) hadiriwebinar Ngobrol Bareng Legislator yang digelar Kominfo RI dengan tema Penguatan Karakter Kebangsaan untuk Mencapai Indonesia Emas via zoom meeting pada Sabtu, 30Maret 2024.

Irwan menyampaikan bahwa penguatan karakter kebangsaan untuk mencapai Indonesia emas adalah suatu panggilan penting dalam perjalanan menuju masa depan yang kemilang bagi bangsa kita. Dengan karnegaragan budaya dan sumber daya yang melimpah, memiliki potensi besar untuk meraih kejayaan, namun keberhasilan tersebut merupakan memerlukan fondasi yang pokok, yaitu karakter bangsa yang kuat. Karakter kebangsaan bukan hanya sekedar semangat cinta tengah air, tapi juga keberanian untuk berbuat baik, integritas dalam tindakan dan rasa hormat terhadap sesama.Ini adalah nilai-nilai yang harus kita tanamkan di dalam diri kita sendiri dan kepada generasi mendatang.

Irwan memaparkan melalui penguatan karakter kebangsaan, kita dapat menciptakan masyarakat yang memiliki kesadaran akan pentingnya kerjasama, toleransi dan persatuan dalam mencapai cita-cita bersama. Ketika kita berkomitmen untuk menjadi warga negara yang bertanggung jawab dan peduli terhadap sesama” ujarnya.

Maka kita dapat berserah sama membangun Indonesia emas yang kita ingin impikan. Irwan menekankan dengan tekad yang kokoh dan semangat yang tidak pernah padam, kita akan mampu mencapai Indonesia emas yang kita cita-citakan. Beliau mengapresiasi Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia atas kerjasamanya selama ini. Harapannya kegiatan ini dapat terus ditingkatkan sebagai upaya untuk meningkatkan literasi digital masyarakat.

Dr. Fajar Nursahid, M. Si. (Direktur Riset Algoritma) salah satu narasumber dalam webinar juga menyampaikan bahwa 20 tahun ke depan, kita ingin Indonesia itu betul -betul menjadi negara yang berdaulat, kemudian maju, adil dan makmur. Empat pilar yang ingin kita ciptakan adalah bagaimana kita menginginkan adanya semacam SDM yang unggul. Dan Anda harus memastikan bahwa Anda adalah bagian dari genasi unggul itu, SDM unggul itu. Kemudian juga sekaligus ada bayangan tentang ekonomi yang maju. dansemacam pemeratan pembangunan, karena kita merasa bahwa kita masih punya masalah yang cukup serius berkaitan dengan pemeratan pembangunan.

Fajar mengajak encoba melakukan adaptasi nilai -nilai kehidupan yang lebih adaptif. Kemudian punya leadership yang kuat. Harus bisa menjadi orang yang kreatif, inovatif, sekaligus punya leadership yang kuat. Tanpa leadership yang kuat, kita nanti betul -betul akan lagi -lagi didiktir oleh beberapa kompetisi global yang sangat kompetitif tadi itu. Dan yang juga penting adalah literasi. Kita harus banyak membaca, harus banyak melakukan adaptasi informasi baru yang itu sumbernya nggak terbatas.

Sekarang kita sangat senang sekali karena mau mencari apasaja ada. Nah tinggal kita ini punya kemauan atau tidak. Buka diri open -minded tadi itu, kemudian kita memudayakan untuk menyimak hal -hal yang sebuahnya positif, yang itu menjadi bagian -bagian dari pembentukan karakter yang kuat.

Dr. Afdhal Muhatta, S.H., M.H. (Dosen Universitas Agung Podomoro) menambahkan membangun karakter kebangsaan adalah membangun karakter Pancasila. Ada keteladanan, role modeling, ada pembiasaan, conditioning, dan ada pengajaran atau teaching. Siapa yang bisa melakukan itu? Kita semua warga negara Indonesia. Kita bisa memberikan keteladanan, orang tua bisa memberikan keteladanan kepada yang lebih muda, yang lebih muda bisa memberikan keteladanan kepada yang tua untuk kemudian memberikan inovasi -inovasi terus kemudian pembiasaan atau conditioning, membiasakan hal -hal yang baik, dan kemudian pengajaran bagaimana kemudian itu dapat diimplementasikan kepada masyarakat sekitar.

Penanaman karakter yang efektif dengan tiga pendekatan, pertama sebagai role model, terus kemudian bagaimana membiasakan, terus kemudian bagaimana mengajarkan, yang inilah yang kemudian diperlukan bagi generasi muda untuk bekal agar kuat dalam menghadapi tantangan zaman saat ini dengan menerapkan nilai -nilai kejujuran, integritas, dan nilai moderasi berbangsa dan bernegara.

Kemudian nilai -nilai agama menjadi penting, di samping itu nilai moderasi, nilai keterbukaan, open -minded itu menjadi lebih penting untuk kemudian bagaimana mencapai Indonesia Emas 2045. Maka kemudian dengan bekal karakter Pancasila tadi, ada nilai -nilai ketuhanan, ada nilai -nilai kemanusiaan, ada nilai -nilai persatuan, ada nilai -nilai musya ‘arah, demokrasi, dan nilai keadilan, maka generasi muda siap untuk menghadapi gelombang besar di era industri 4 .0 ini. Bahkan kemudian akan menjadi 5.0.

Oleh karena itu, menanamkan karakter Pancasila bagi generasi milenial sangat diperlukan. Dimulai dari sejak dini, lingkungan terkecil keluarga, sekolah, dan lingkungan sosial masyarakat, serta di lingkungan birokrasi atau pemerintahan, terutama peranan pendidikan nasional dalam menanamkan karakter Pancasila demi tercapainya tujuan nasional, yaitu kemudian bagaimana mencapai misi Indonesia Emas di tahun 2045.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *