Jendelakaba.com, Madura, 27 April 2025 — Tantangan pengelolaan air di Indonesia, khususnya di wilayah seperti Madura, semakin kompleks akibat perubahan iklim dan keterbatasan daya serap tanah. Hal ini disampaikan dalam webinar nasional yang menyoroti pentingnya efisiensi air dari tingkat rumah tangga.
Juliana Lestari, perwakilan Direktorat Air Minum, menjelaskan bahwa setiap tetes air yang digunakan masyarakat sebenarnya melalui proses panjang—mulai dari sumber air baku hingga distribusi—yang membutuhkan biaya dan energi besar.
“Air itu terlihat sederhana, tapi proses di baliknya sangat kompleks. Karena itu, efisiensi penggunaan menjadi sangat penting,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa konsumsi air terbesar justru berasal dari rumah tangga. Aktivitas sehari-hari seperti mandi, mencuci, dan memasak menyumbang penggunaan signifikan, sehingga perubahan perilaku di level ini menjadi krusial.
Di Madura, berbagai inovasi sederhana mulai berkembang, seperti penampungan air hujan berbasis komunitas dan pemanfaatan kembali air rumah tangga untuk kebutuhan sekunder.
“Solusi tidak harus mahal. Yang penting tepat guna dan sesuai kondisi lokal,” jelasnya.
Selain itu, literasi air menjadi tantangan utama. Banyak masyarakat belum memahami siklus air maupun dampak dari penggunaan berlebihan. Oleh karena itu, edukasi berbasis keluarga dan komunitas dinilai sebagai pendekatan paling efektif.
Efisiensi air juga berdampak langsung pada ekonomi rumah tangga. Penggunaan yang lebih bijak dapat mengurangi biaya pembelian air sekaligus menekan konsumsi energi dalam proses distribusi.
Webinar ini menegaskan bahwa ketahanan air tidak hanya dibangun melalui infrastruktur, tetapi juga melalui perubahan perilaku masyarakat yang berkelanjutan.***






