Jendelakaba.com, Jakarta, 28 April 2025 — Peran keluarga, khususnya orang tua, menjadi faktor utama dalam mengarahkan anak agar mampu memanfaatkan teknologi digital secara positif. Hal ini disampaikan dalam webinar nasional bertema “Strategi Mengarahkan Anak Masa Kini dalam Belajar agar Melek Digital menuju ke arah yang Positif”.
Pegiat literasi digital, Dr. Rosarita Niken Widiastuti, menekankan bahwa pendekatan terhadap anak tidak bisa lagi berbasis larangan semata. Anak-anak perlu diajak berdialog dan dilibatkan dalam memahami penggunaan teknologi.
“Bukan soal boleh atau tidak, tapi bagaimana kita mengarahkan. Anak perlu merasa didengar, bukan dikontrol,” jelasnya.
Ia menjelaskan bahwa strategi membatasi penggunaan gadget sebaiknya dilakukan melalui kesepakatan bersama, bukan aturan sepihak. Selain itu, kualitas penggunaan jauh lebih penting dibandingkan durasi.
“Dua jam belajar desain atau coding tentu berbeda dengan dua jam scrolling tanpa arah. Fokusnya harus pada kualitas aktivitas,” tambahnya.
Selain itu, penting bagi orang tua untuk menyediakan alternatif kegiatan yang menarik di luar gadget, sehingga anak tidak merasa kehilangan, melainkan memiliki pilihan.
Webinar ini juga menyoroti pentingnya membangun hubungan emosional yang kuat antara orang tua dan anak. Kedekatan ini akan memudahkan proses pendampingan dan membangun kepercayaan.
“Anak yang merasa dekat dengan orang tua akan lebih terbuka dan kooperatif. Dari situlah kebiasaan baik terbentuk,” ujarnya.
Dengan pendekatan yang tepat, penggunaan teknologi tidak lagi menjadi sumber konflik dalam keluarga, melainkan menjadi sarana belajar bersama yang produktif dan menyenangkan.***






