Ir. H. Irwan Ardi Hasman (Anggota Komisi 1 DPR RI) hadiri webinar Forum Diskusi Publik yang digelar Kominfo RI dengan tema “Toleran di Tahun Politik”

Jenderalakaba.com–Jakarta–Ir. H. Irwan Ardi Hasman (Anggota Komisi 1 DPR RI) hadiri webinar Forum Diskusi Publik yang digelar Kominfo RI dengan tema “Toleran di Tahun Politik” secara online melalui platform zoom meeting pada Senin, 05 Februari 2024

Beliau menyampaikan Jika kita membahas konteks tahun politik, penting bagi kita untuk mengupayakan toleransi sebagai landasan dalam berdemokrasi. Toleransi merupakan sikap saling menghargai perbedaan, baik itu perbedaan suku, agama, ras, atau pandangan politik. Salah satu aspek krusial dalam membangun toleransi adalah kesadaran bahwa keberagaman adalah kekayaan, bukan ancaman. Dalam suasana politik, seringkali kita dihadapkan pada perbedaan pandangan dan kepentingan yang beragam.

Oleh karena itu, menjadi kunci untuk memastikan bahwa dialog antar kelompok masyarakat berlangsung dengan santun dan penuh rasa hormat. Tidak hanya sekedar menghindari konflik, toleransi juga mencakup kemampuan untuk mendengarkan dan memahami sudut pandang orang lain tanpa harus setuju. Di tengah gejolak politik, kita perlu mengembangkan kepekaan terhadap perspektif yang berbeda, sehingga kita dapat membangun kesepahaman bersama. Adalah penting untuk mengenali bahwa setiap individu memiliki hak untuk berpendapat dan berpartisipasi dalam proses demokrasi, meskipun pandangan mereka mungkin berbeda dengan yang kita miliki.

Selain itu, media sosial seringkali menjadi sarana yang sangat berpengaruh dalam menyebarkan informasi dan pandangan politik. Oleh karena itu, penting untuk membekali diri dengan keterampilan literasi media guna mengidentifikasi informasi yang benar dan menghindari penyebaran berita palsu yang dapat memicu polarisasi. Kita perlu memahami bahwa setiap warganet memiliki hak untuk berpendapat, dan sikap saling menghargai perlu dijunjung tinggi dalam setiap interaksi daring. Penting untuk diingat bahwa toleransi bukan berarti kita harus setuju dengan semua pandangan atau tindakan orang lain.

Namun, itu berarti kita mampu menjaga kerukunan sosial di tengah perbedaan. Dalam konteks politik, toleransi menciptakan ruang untuk perdebatan yang sehat dan konstruktif. Saling menghargai perbedaan pendapat merupakan bagian integral dari proses demokrasi yang sehat, yang pada akhirnya dapat menghasilkan kebijakan publik yang lebih inklusif dan adil.

Dalam menghadapi tahun politik, penting bagi kita semua untuk membangun budaya toleransi. Ini bukan hanya tanggung jawab pemerintah atau pemimpin politik, tetapi juga tugas setiap warga negara. Dengan mengutamakan toleransi, kita dapat menjaga kestabilan sosial dan memperkuat fondasi demokrasi, sehingga masa politik berjalan dengan damai dan menghasilkan keputusan yang mencerminkan kepentingan seluruh masyarakat.

Hasrul Harahap, M.Hum. (Dosen Universitas Jakarta) memaparkan bahwa toleransi bukan hanya sekadar menerima keberagaman ideologi, tetapi juga melibatkan kemampuan untuk menghormati hak setiap individu untuk menyuarakan pandangannya tanpa rasa takut atau diskriminasi. Dalam atmosfer politik yang sering kali tegang, keberlanjutan demokrasi sangat tergantung pada kemampuan kita untuk membangun masyarakat yang menerima perbedaan sebagai suatu kekayaan.

Selain itu, kita perlu memahami bahwa toleransi tidak hanya berkaitan dengan perbedaan pandangan politik, tetapi juga mencakup elemen-elemen lain seperti agama, suku, dan budaya. Poin keduanya adalah perlunya membentuk kesadaran bersama tentang kepentingan bersatu dalam perbedaan. Tahun politik seringkali diwarnai oleh polarisasi, namun sebagai masyarakat, kita harus berusaha menjembatani kesenjangan antara berbagai kelompok. Menghargai dan memahami perspektif orang lain dapat membantu kita meredakan ketegangan politik dan memperkuat fondasi demokrasi. Penting juga untuk diingat bahwa toleransi tidak berarti kita harus setuju dengan segala hal.

Poin ketiga dalam pemaparan ini adalah perlunya kritisisme yang konstruktif dalam politik. Kritik yang dilontarkan dengan sopan dan didasarkan pada fakta dapat menjadi sarana untuk memperbaiki kebijakan dan memajukan demokrasi. Oleh karena itu, kita perlu mengajarkan dan mendorong budaya dialog terbuka, di mana setiap pandangan dapat diutarakan tanpa rasa takut akan persekusi. Dalam konteks tahun politik, penting untuk merangkul pendidikan politik yang holistik.

Poin keempat adalah mengenai upaya membangun literasi politik yang lebih baik di kalangan masyarakat. Melalui pemahaman yang lebih mendalam tentang sistem politik, sejarah, dan nilai-nilai dasar demokrasi, masyarakat dapat menjadi lebih kritis dalam menyikapi informasi politik dan mengambil keputusan yang lebih terinformasi. Literasi politik yang tinggi dapat menjadi benteng pertahanan terhadap penyebaran informasi palsu dan memperkuat dasar toleransi dalam masyarakat.

Prof. Henri Subiakto, S.H., M.Si. (Guru Besar Komunikasi UNAIR Surabaya) juga menyampaikan bahwa dalam tahun politik, seringkali muncul perdebatan dan ketegangan antara berbagai kelompok masyarakat yang mendukung ideologi dan partai politik yang berbeda.

Oleh karena itu, penting bagi kita sebagai masyarakat untuk membangun budaya toleransi yang memungkinkan adanya dialog terbuka dan konstruktif, tanpa adanya intimidasi atau pelecehan terhadap pandangan yang berbeda. Oleh karena itu, dalam tahun politik, kita perlu meningkatkan keterampilan komunikasi kita, baik secara langsung maupun melalui media sosial, agar dapat berdiskusi dengan bijaksana dan menghormati sudut pandang orang lain.

Selain itu, peran media massa juga sangat signifikan dalam membentuk opini publik dan menciptakan atmosfer politik yang toleran. Media harus memainkan peran sebagai pihak yang objektif dan berimbang, memberikan informasi yang akurat dan menyeluruh tanpa memihak pada suatu pihak tertentu. Masyarakat juga perlu memiliki literasi media yang tinggi untuk dapat memilah informasi yang benar dan memahami konteks politik dengan baik.

Kesadaran akan pentingnya toleransi harus ditingkatkan melalui pendidikan. Institusi pendidikan, baik di tingkat sekolah maupun perguruan tinggi, memiliki peran penting dalam membentuk nilai-nilai toleransi dan mengajarkan pentingnya menghargai perbedaan. Dengan memahami dan menerapkan nilai-nilai toleransi, masyarakat dapat menciptakan lingkungan politik yang inklusif, adil, dan berkelanjutan.

Respon (7)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *