Tofan Maulana (Anggota Komisi 1 DPR RI) Hadiri Ngobrol Bareng Legislator webinar yang digelar Kominfo RI dengan tema “Waspada Pinjaman Online”

Jendelakaba.com–Jakarta–Tofan Maulana (Anggota Komisi 1 DPR RI) Hadiri Ngobrol Bareng Legislator webinar yang digelar Kominfo RI dengan tema “Waspada Pinjaman Online” secara online melalui platform zoom meeting pada Kamis, 01 Februari 2024.

Beliau menyampaikan Fenomena pinjaman online memang memberikan kemudahan akses kepada banyak orang untuk mendapatkan dana secara cepat tanpa perlu melibatkan proses yang rumit. Namun, di balik kenyamanan tersebut, terdapat beberapa risiko yang perlu kita waspadai.

Salah satu poin utama yang perlu diperhatikan adalah tingginya tingkat bunga pada pinjaman online. Beberapa platform pinjaman online cenderung menawarkan bunga yang lebih tinggi dibandingkan lembaga keuangan tradisional. Ini dapat membuat jumlah yang harus dibayar kembali jauh lebih besar dari jumlah pinjaman awal. Oleh karena itu, sangat penting untuk membaca dengan seksama syarat dan ketentuan pinjaman sebelum menkaliantangani perjanjian.

Selain itu, keberadaan pinjaman online ilegal juga merupakan ancaman yang nyata. Beberapa pihak tidak bertanggung jawab dapat menawarkan pinjaman dengan syarat yang tidak wajar, dan sering kali mereka tidak terdaftar secara resmi. Oleh karena itu, penting untuk memverifikasi keabsahan platform pinjaman online sebelum mengajukan pinjaman. Pastikan bahwa perusahaan tersebut terdaftar dan diawasi oleh otoritas keuangan yang berwenang.

Ketidaktransparan biaya tambahan juga menjadi masalah serius dalam pinjaman online. Beberapa peminjam mungkin tidak menyadari adanya biaya tersembunyi seperti biaya administrasi atau biaya keterlambatan. Oleh karena itu, penting untuk memahami dengan jelas semua biaya yang terkait dengan pinjaman sebelum memutuskan untuk mengajukannya. Dalam menghadapi tantangan pinjaman online, edukasi menjadi kunci utama. Pahami dengan baik syarat dan ketentuan, baca ulasan pengguna, dan pastikan keamanan serta legalitas platform pinjaman sebelum mengambil keputusan. Dengan begitu, kita dapat mengurangi risiko dan menjaga keuangan pribadi kita tetap aman.

Salah satu narasumber dalam webinar, Hanafi Kurniawan (CSO Stealth Up) memaparkan perkembangan teknologi dan digitalisasi keuangan telah membuka peluang bagi banyak orang untuk mendapatkan pinjaman secara online. Namun, dalam proses ini, kita juga perlu berhati-hati terhadap potensi risiko dan penipuan. Saya ingin menekankan pentingnya memahami dengan jelas syarat dan ketentuan dari pinjaman online yang akan diambil. Pastikan untuk membaca dengan teliti setiap detail, termasuk tingkat bunga, biaya tambahan, dan jangka waktu pembayaran. Terlalu sering, peminjam terburu-buru menyetujui tanpa memahami sepenuhnya konsekuensinya.

Selain itu, perhatikan reputasi platform pinjaman online yang Kalian pilih. Pilih platform yang telah terpercaya dan memiliki ulasan positif dari pengguna sebelumnya. Hindari platform yang tidak jelas atau memiliki reputasi buruk, karena hal ini dapat meningkatkan risiko penipuan dan penyalahgunaan data pribadi. Sebagai langkah preventif, selalu perbarui perangkat lunak keamanan digital Kalian. Malware dan serangan phishing dapat merugikan keamanan data pribadi Kalian. Pastikan perangkat lunak antivirus dan anti-malware Kalian selalu diperbarui agar dapat mendeteksi dan mencegah ancaman digital yang mungkin mengintai. Tetap waspada terhadap tawaran pinjaman yang terlalu menggiurkan. Jika penawaran terdengar terlalu bagus untuk menjadi kenyataan, mungkin itu memang begitu. Pahami bahwa penipuan pinjaman online seringkali menggunakan taktik ini untuk menarik perhatian calon peminjam tanpa memperhatikan risikonya.

Didi,S.E.Ak., M.Ak., CA., AWM., Cer.IFR., CRMO., AWP. (Praktisi Keuangan) juga memaparkan sebagai langkah pencegahan, selalu lakukan riset terhadap reputasi penyedia pinjaman online sebelum Kalian memutuskan untuk bertransaksi dengan mereka. Cari ulasan dan testimonial dari pengguna sebelumnya untuk memastikan bahwa perusahaan tersebut dapat dipercaya dan tidak terlibat dalam praktik-praktik yang merugikan konsumen. Tak kalah pentingnya adalah menjaga informasi pribadi Kalian dengan cermat. Hindari memberikan informasi pribadi yang tidak perlu atau sensitif kepada pihak yang tidak dikenal. Penyedia pinjaman online yang sah tidak akan meminta informasi pribadi seperti password akun bank atau nomor kartu kredit melalui saluran yang tidak aman.

Terakhir, penting untuk memiliki rencana pembayaran yang jelas dan realistis sebelum mengajukan pinjaman online. Hindari mengambil pinjaman melebihi kemampuan Kalian untuk membayarnya kembali. Ini adalah langkah preventif yang efektif untuk menghindari masalah finansial di masa depan. Dengan memahami dan mengikuti langkah-langkah ini, kita dapat meminimalkan risiko dan menjadikan pinjaman online sebagai alat yang bermanfaat dalam pengelolaan keuangan pribadi kita.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *