Prof. Dr. Sjarifuddin Hasan, MM. MBA. (Anggota Komisi 1 DPR RI) hadiri webinar Forum Diskusi Publik yang digelar Kominfo RI dengan tema “Pemilu 2024, Menakar Kepemimpinan Nasional”

Jendelakaba.com– Jakarta –Prof. Dr. Sjarifuddin Hasan, MM. MBA. (Anggota Komisi 1 DPR RI) hadiri webinar Forum Diskusi Publik yang digelar Kominfo RI dengan tema “Pemilu 2024, Menakar Kepemimpinan Nasional” melalui platform online zoom meeting pada Sabtu, 27 Januari 2024.

Webinar dimulai dengan keynote speech dari Marolli J Indarto (Plt. Direktur IK Polhukam Kemkominfo). Beliau menyampaikan dalam menjalankan peran sebagai garda terdepan, pemerintah berkomitmen untuk menyampaikan pandangan dan analisis yang mendalam terkait dinamika politik, tantangan, serta peluang yang mungkin dihadapi oleh calon pemimpin dan masyarakat dalam perhelatan Pemilu 2024. Melalui diskusi ini, kita dapat bersama-sama memahami dampak keputusan politik terhadap arah pembangunan nasional, kebijakan publik, dan kehidupan masyarakat secara umum.

Penting untuk diingat bahwa keberhasilan Pemilu 2024 tidak hanya ditentukan oleh pemenangnya, melainkan juga partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat dalam proses demokrasi. Oleh karena itu, mari bersama-sama menjaga integritas dan semangat kebersamaan dalam menghadapi tantangan yang mungkin timbul seiring berjalannya proses pemilihan ini.

Prof. Dr. Sjarifuddin Hasan, MM. MBA. (Anggota Komisi 1 DPR RI) yang turut hadir dalam webinar memaparkan Kepemimpinan memegang peran krusial dalam menentukan arah dan keberhasilan suatu negara. Nah, definisi kepemimpinan menurut House tahun 2004 adalah, kemampuan individu untuk mempengaruhi, memotivasi, dan memungkinkan orang lain untuk berkontribusi terhadap efektifitas dan keberhasilan sebuah organisasi. Dengan kata lain, kepemimpinan bukan hanya tentang jabatan, melainkan juga tentang kapasitas pemimpin untuk memahami, mengelola, dan memimpin masyarakatnya. Kapasitas pemimpin yang dimaksud disini juga mencakup kemampuan untuk berkomunikasi, mengambil keputusan tepat, dan membangun visi yang inklusif. Kepemimpinan politik sangat penting karena berdampak langsung pada kebijakan dan pembangunan nasional.

Meskipun penting, kepemimpinan nasional dihadapkan pada berbagai tantangan. Faktor-faktor seperti ketidakstabilan politik, polarisasi masyarakat, dan ketidaksetaraan dapat menghambat kemajuan. Perubahan struktur demografi dan kosmopolitanisme memperumit dinamika sosial, sementara diaspora yang membesar di Indonesia menciptakan tantangan integrasi. Faktor eksternal geopolitik secara global juga dapat memengaruhi stabilitas nasional, menuntut pemimpin untuk bersikap bijaksana dalam diplomasi.

Narasumber lainnya, Dr. Dedi Mulyadi (Wakil Dekan Fakultas Hukum Universitas Surya Kencana Cianjur) memberikan gambaran Peran partai politik dalam Pemilu 2024 juga memiliki dampak besar terhadap dinamika politik nasional. Partai menjadi kendaraan utama bagi calon presiden dan legislatif untuk menggalang dukungan. Strategi kampanye dan platform partai akan memainkan peran kunci dalam menarik perhatian pemilih.

Suatu partai juga dikatakan kuat atau berpengaruh jika memiliki sistem partai yang kokoh. System ini meliputi; Dapat melancarkan partisipasi politik melalui jalur partai, sehingga dapat mengalihkan segala bentuk aktivitas politik anomik dan kekerasan, dan juga mencakup dan menyalurkan partisipasi sejumlah kelompok yang baru dimobilisasi, yang dimaksudkan untuk mengurangi kadar tekanan yang dihadapi oleh sistem politik. Kekuatan partai juga mempengaruhi stabilitas politik setelah pemilu, dengan membentuk koalisi atau oposisi yang dapat memengaruhi pembentukan pemerintahan. Dengan demikian, dinamika politik dalam negeri tidak hanya dipengaruhi oleh kekuatan partai politik dalam jumlah suara, tetapi juga oleh strategi dan latar belakang calon yang diusung.

Pemilu 2024 diharapkan menjadi panggung pertarungan yang menarik, di mana dinamika dan variabilitas politik menjadi pemandangan yang tidak terelakkan. Suksesnya sebuah parpol atau paslon tidak hanya ditentukan oleh jumlah suara, tetapi juga oleh kemampuan mereka mengakomodasi keberagaman dan ekspektasi masyarakat di berbagai daerah. Perlu diperhatikan, data hasil pemilu 2019 tidak dapat memastikan kemenangan suatu partai atau calon pada pemilu 2024 nanti mengingat adanya kemungkinan perubahan pilihan.

Calon legislatif memiliki peran penting dalam menciptakan kebijakan dan mengawasi jalannya pemerintahan. Kekuatan calon legislatif tercermin dalam kemampuan mereka untuk mengartikulasikan visi, mengakomodasi kepentingan masyarakat, dan bekerja sama dengan sesama anggota legislatif. Keberhasilan calon legislatif dalam meraih dukungan masyarakat akan memperkuat posisi partai dan membentuk landasan untuk implementasi kebijakan.

Dr. Rosarita Niken Widiastuti, M.Si. (Dosen Universitas Suryakencana) menyimpulkan Pemilu 2024 memiliki peran penting dalam menentukan kepemimpinan nasional. Hak pilih adalah instrumen demokratis yang memberdayakan warga negara, sementara kepemimpinan yang ideal didasarkan pada integritas, visi, dan kemampuan untuk memimpin dengan bijaksana. Prinsip-prinsip Ki Hajar Dewantara turut membentuk landasan etika kepemimpinan, dan pemimpin negarawan diharapkan dapat menggabungkan berbagai gaya kepemimpinan untuk mencapai perubahan positif dalam masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *