Ir. H. Irwan Ardi Hasman (Anggota Komisi 1 DPR RI) Hadiri  Webinar Forum Diskusi Publik yang digelar Kominfo RI dengan tema “Peluang Ketenagakerjaan bagi Disabilitas di Era Teknologi Digital”

Ir. H. Irwan Ardi Hasman (Anggota Komisi 1 DPR RI) hadiri  webinar yang digelar Kominfo RI dengan tema “Peluang Ketenagakerjaan bagi Disabilitas di Era Teknologi Digital”

Jendelakaba.com–Jakarta–Ir. H. Irwan Ardi Hasman (Anggota Komisi 1 DPR RI) hadiri  webinar yang digelar Kominfo RI dengan tema “Peluang Ketenagakerjaan bagi Disabilitas di Era Teknologi Digital” melalui platform online zoom meeting pada Kamis, 25 Januari 2024.

 

Beliau menyampaikan di tengah kemajuan teknologi, peluang untuk kaum disabilitas di era digital terbuka lebar. Teknologi membuka aksesibilitas dalam dunia pekerjaan dengan adanya opsi pekerjaan jarak jauh, serta beragam aplikasi dan perangkat lunak yang mendukung keberagaman dalam lingkungan kerja. Dengan kemajuan ini juga, siapapun bisa bekerja kapanpun dan dimanapun, khususnya kaum disabilitas. Peningkatan keterampilan digital juga menjadi kunci untuk membuka pintu kesempatan bagi mereka. Dalam dunia kerja, berbagai jenis pekerjaan dapat diakses oleh kaum disabilitas. Mulai dari pekerjaan yang dapat dilakukan secara daring, seperti penulisan konten, pekerjaan desain grafis, hingga pekerjaan dalam bidang teknologi informasi. Keberagaman dalam kemampuan dan bakat menjadi modal berharga dalam menghadapi tuntutan pasar kerja.

 

Pemerintah Indonesia juga turut berperan dalam mendukung peluang bagi kaum disabilitas. Program inklusifitas seperti pelatihan keterampilan digital, peluang kerja, dan fasilitas aksesibilitas, seperti yang pernah juga dilaksanakan oleh KOMINFO, telah diperkenalkan untuk meningkatkan partisipasi mereka dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

 

Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa era digital membuka peluang yang besar bagi kaum disabilitas dalam mengakses dunia kerja. Dukungan pemerintah dan peningkatan kesadaran masyarakat tentang inklusi menjadi kunci utama dalam mewujudkan lingkungan yang ramah disabilitas. Semua pihak perlu bersama-sama berkontribusi untuk menciptakan peluang yang adil dan setara bagi semua, tanpa terkecuali. Mari, kita sama-sama bantu saudara kita yang difabel atau disabilitas agar kita semua Bersama-sama maju menghadapi perkembangan dunia digital, demi kemajuan neara di masa mendatang.

 

Sunarman Sukamto  (Tenaga Ahli Madya Kedeputian V Kantor Staf Presiden) salah satu narasumber dalam webinar menyampaikan bahwa ada banyak sekali pekerjaan-pekerjaan yang dapat dilakukan oleh kaum disabiiltas di era digital ini, seperti Operator Telepon, Home Industry, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), Crew Store, Housekeeping, Staff Operasional,  Staff Keuangan, Staff Admin, Penulis, Aparatur Sipil Negara, Bidang Seni, Bidang Olahraga, Crew Store, Bidang Musik, dan lain-lain. Maka dari itu, kaum disabilitas tidak perlu khawatir akan pekerjaan di zona digitalisasi.

 

Meskipun demikian, tantangan dalam memasuki dunia kerja tetap ada, dan diperlukan upaya lebih lanjut untuk menciptakan lingkungan kerja yang inklusif. Pekerjaan yang dapat dijalankan oleh penyandang disabilitas sangat bervariasi. Mereka dapat terlibat dalam pekerjaan seperti penulisan, desain grafis, pemasaran online, analisis data, pengembangan web, dan banyak lagi. Dalam era digital, teknologi membuka pintu bagi peluang baru, termasuk pekerjaan remote yang dapat diakses oleh penyandang disabilitas tanpa harus berpindah tempat.

 

Ketika aksesbilitas kesempatan kerja bagi disabilitas telah terbuka luas, hal ini tidak serta merta mampu terimplementasikan dengan optimal di dunia kerja. Terdapat tangtangan-tangtangan yang harus dihadapi disabilitas dalam pemenuhan hak mendapatkan pekerjaan yang layak bagi mereka. Hasil pengamatan penulis bahwa proses rekrutmen yang ada saat ini masih bias terhadap pemenuhak hak disabilitas.

 

Seiring dengan perkembangan teknologi digital, proyeksi tenaga kerja di sektor digital juga terus meningkat. Data menunjukkan adanya pertumbuhan pekerjaan baru di era digital, yang menciptakan peluang bagi penyandang disabilitas untuk turut serta. Inovasi dan adaptasi dalam lingkungan kerja dapat menciptakan ruang bagi partisipasi mereka dalam berbagai bidang pekerjaan yang bersifat teknologi.

 

“Sejak 2022, Kementrian Koperasi UKM (KemenkopUKM) telah melakukan pengembangan kapasitas SDM usaha mikro melalui pendidikan vokasional bagi teman-teman disablitas. Ditambah lagi peluang kerja sama dengan British Embassy Jakarta, Alunjiva Indonesia dan pihak terkait lainnya, bisa menjadi salah satu upaya untuk mengakselerasi transformasi digital UMKM secara holistik terutama bagi para penyandang disabilitas,” ucap Herbert.

 

KemenkopUKM mengajak seluruh penyandang disabilitas untuk terus meningkatkan nilai diri dan semangat dalam berkarya. Begitu juga kepada pelaku usaha, generasi milenial, dan masyarakat umum agar meningkatkan kolaborasi dalam menciptakan lapangan kerja dan selalu siap beradaptasi. KemenKopUKM, juga siap bersama-sama untuk mengoptimalkan bonus demografi menjadi sebuah peluang emas dalam meningkatkan daya saing serta kemandirian bangsa dengan membangun ekosistem usaha inklusif bagi para penyandang disabilitas.

 

Narasumber lainnya, Dr. H. Irpan Jamil, MA. (Dosen Tetap FEBI Unsur) menambahkan sebenarnya ada banyak yang bisa dicoba. Kalian bisa jadi desainer grafis, pengembang software, analis data, atau bahkan kerja di dunia pemasaran digital. Enaknya lagi, banyak pekerjaan digital yang bisa kita lakuin dari rumah, jadi lebih fleksibel sesuai kebutuhan kita.

 

Jadi, intinya, meskipun ada disabilitas, tapi dengan tekun belajar teknologi dan berani komunikasi, kita bisa kok bersaing di dunia kerja digital. Jangan lupa juga gabung sama komunitas yang bisa dukung kita. Semoga tips ini membantu. Yang penting, jangan takut buat mencoba dan terus berkembang. Itu saja dari saya. Pokoknya, kita Bersama-sama membantu kaum disabilitas menjadi salah satu penggerak kemajuan menuju Indonesia emas.

Respon (2)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *