Jendelakaba.com,!Jakarta — Perubahan dinamika global yang semakin kompleks menuntut negara dan pelaku ekonomi untuk memperkuat ketahanan sistem ekonomi, termasuk melalui percepatan investasi dan adaptasi terhadap perkembangan teknologi digital.
Hal tersebut disampaikan dalam webinar literasi digital bertema “Akselerasi Investasi dan Perdagangan Global” yang digelar Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Komunikasi dan Digital bersama Anggota Komisi I DPR RI Prof. Dr. (H.C.) H. Abdul Halim Iskandar, M.Pd., Rabu (5/3/2026) di Jakarta Selatan.
Dalam pemaparannya, akademisi Dr. Dewi Fitrotus Sa’diyah, S.HI., M.E.I. menjelaskan bahwa dunia saat ini tengah mengalami pergeseran dari era VUCA menuju era BANI (Brittle, Anxious, Non-linear, Incomprehensible).
Menurutnya, kondisi tersebut menggambarkan dunia yang semakin rapuh, penuh ketidakpastian, dan sulit diprediksi, sehingga pelaku ekonomi perlu membangun sistem yang lebih tangguh dan adaptif.
Ia mencontohkan bahwa dinamika geopolitik global dapat berdampak pada pasar keuangan dan perdagangan internasional, termasuk perubahan harga komoditas dan gangguan rantai pasok global.
Meski demikian, peluang investasi global tetap terbuka. Ia menyebutkan bahwa investasi asing langsung (Foreign Direct Investment/FDI) diproyeksikan meningkat hingga sekitar USD 1,6 triliun pada tahun 2025, dengan fokus pada sektor teknologi hijau, digitalisasi, dan energi terbarukan.
Di sisi lain, perubahan pola perdagangan global juga mulai terlihat dengan pergeseran dari model logistik just-in-timemenuju just-in-case, yang menekankan pentingnya cadangan pasokan untuk mengurangi risiko gangguan rantai pasok.
Dalam konteks tersebut, digitalisasi dinilai menjadi salah satu solusi penting untuk meningkatkan efisiensi dan transparansi dalam perdagangan global.
“Pemanfaatan teknologi seperti kecerdasan buatan, blockchain, dan Internet of Things dapat membantu meningkatkan efisiensi logistik sekaligus memitigasi risiko dalam rantai pasok global,” jelasnya.
Ia juga menambahkan bahwa platform digital dan e-commerce membuka peluang yang lebih luas bagi pelaku usaha, termasuk usaha kecil dan menengah, untuk menjangkau pasar internasional.
Melalui kegiatan literasi digital ini, para peserta diharapkan dapat memahami dinamika investasi dan perdagangan global sekaligus meningkatkan kesiapan menghadapi perubahan ekonomi dunia yang semakin kompleks.***






