Jendelakaba.com — Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Komunikasi dan Digital bersama Anggota Komisi I DPR RI, Drs. H. Taufiq R. Abdullah, M.A.P menggelar webinar Ngobras Literasi Digital bertema “Narkoba dan Remaja”, Rabu (11/3/2026). Kegiatan ini berlangsung pukul 14.00–16.00 WIB di Intel Studio Pasar Minggu, Kompleks TNI AL, Jalan Teluk Peleng No. 32 B, Jakarta Selatan.
Dalam pemaparannya, Taufiq R. Abdullah menjelaskan bahwa narkoba merupakan zat yang dapat memengaruhi sistem saraf dan berpotensi menimbulkan ketergantungan apabila disalahgunakan. Jenisnya beragam, mulai dari ganja, kokain, heroin, hingga obat-obatan medis tertentu yang hanya boleh digunakan dengan resep dokter. Ia juga mengungkapkan bahwa peredaran narkoba kini semakin berkembang dan tidak hanya melalui jalur konvensional, tetapi juga memanfaatkan jaringan digital dan internet yang sulit dilacak. Hal ini membuat pengawasan terhadap penyalahgunaan narkoba menjadi semakin kompleks.
Secara global, tercatat lebih dari 296 juta orang menggunakan narkoba. Sementara itu di Indonesia, prevalensi penyalahgunaan narkotika pada tahun 2023 mencapai sekitar 1,73 persen dan menunjukkan tren peningkatan dengan ditemukannya sekitar 99 jenis narkoba baru. Kelompok usia 15–24 tahun menjadi kelompok yang paling rentan terhadap penyalahgunaan narkoba. Faktor penyebabnya antara lain rasa penasaran, tekanan dari teman sebaya, masalah emosional, serta pengaruh lingkungan dan media. Dampak narkoba tidak hanya merusak kesehatan fisik seperti organ tubuh, tetapi juga berdampak pada kesehatan mental serta kehidupan sosial, seperti isolasi sosial, konflik keluarga, hingga masalah hukum.
Melalui webinar ini, narasumber menekankan pentingnya peran keluarga, masyarakat, dan pemerintah dalam mencegah penyalahgunaan narkoba. Orang tua diharapkan aktif melakukan pengawasan dan komunikasi terbuka dengan anak, serta mendorong remaja untuk terlibat dalam kegiatan positif seperti olahraga dan aktivitas sosial. Webinar ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan literasi digital masyarakat sekaligus memperkuat kesadaran generasi muda agar menjauhi narkoba dan menjaga masa depan yang lebih sehat.***






