UMKM Digital Jadi Penopang Ekonomi Nasional, DPR Dorong Transformasi Inklusif

Jendelakaba.com-Anggota Komisi I DPR RI, Farah Puteri Nahlia, menegaskan bahwa digitalisasi UMKM merupakan fondasi penting bagi ketahanan ekonomi nasional di tengah guncangan global. Hal tersebut ia sampaikan dalam Forum Diskusi Publik bertajuk “UMKM Digital Perkuat Ekonomi Nasional” pada Rabu, 05 November 2025.

Farah menjelaskan bahwa berdasarkan data Kementerian Koperasi dan UKM tahun 2024, UMKM masih mendominasi struktur ekonomi Indonesia dengan kontribusi 61% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) dan menyerap 97% tenaga kerja nasional. Namun, baru sekitar 30% pelaku UMKM yang memanfaatkan platform digital secara optimal.

“Kesenjangan digital masih menjadi tantangan utama. Literasi digital yang rendah, lemahnya infrastruktur di daerah, hingga minimnya pendampingan teknis membuat banyak pelaku UMKM belum siap masuk ekosistem digital,” jelasnya.

Ia menyoroti keberhasilan UMKM digital di masa pandemi COVID-19, di mana pelaku usaha yang telah go digital mampu meningkatkan omzet hingga 26% menurut laporan Bank Indonesia. Hal itu menunjukkan bahwa digitalisasi menjadi faktor penentu ketahanan ekonomi.

Pemerintah telah meluncurkan berbagai program seperti Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (BBI) dan kolaborasi dengan marketplace besar. Namun, Farah menilai implementasinya masih belum merata, terutama di wilayah timur Indonesia.

Selain infrastruktur, perubahan mindset pelaku UMKM juga dinilai sangat penting. “Digitalisasi bukan hanya soal teknologi, tapi soal keberanian bersaing, kemampuan branding, serta pemahaman keamanan data,” tegasnya.

Farah juga menyoroti tingginya kasus penipuan digital yang meningkat 32% pada 2023 dan banyak menyasar UMKM pemula. Karena itu, ia menekankan pentingnya literasi keamanan siber, verifikasi penjual, serta perlindungan konsumen.

Ia mendorong peningkatan pelatihan seperti Digital Entrepreneurship Academy (DEA) serta kolaborasi antara operator seluler dan koperasi digital untuk memperluas akses internet murah. Digitalisasi, menurutnya, juga harus mendukung ekonomi gotong royong dan keberlanjutan.

“Keberhasilan digitalisasi UMKM bukan sekadar berapa banyak yang go online, tapi seberapa mandiri dan berdaya mereka di ruang digital. Dari Sabang sampai Merauke, semua pelaku UMKM harus memiliki akses dan keberanian berinovasi,” pungkasnya.***