Persoalan Tambang, Sampah, dan Air Mengemuka dalam Festival Aspirasi BAM DPR RI di Mojokerto

Jendelakaba.com, Mojokerto โ€” Berbagai persoalan lingkungan, mulai dari aktivitas pertambangan ilegal, pengelolaan sampah, hingga ancaman krisis air, mengemuka dalam Festival Aspirasi Badan Aspirasi Masyarakat (BAM) DPR RI yang digelar di Kabupaten Mojokerto, Senin (2/2/2026).

Sekretaris Daerah Kabupaten Mojokerto, Teguh Gunarko, mengungkapkan bahwa daerahnya menghadapi tantangan serius terkait aktivitas pertambangan yang tidak taat kaidah lingkungan. Sejumlah praktik penambangan dilakukan di luar wilayah izin, tanpa reklamasi pascatambang, serta berpotensi merusak struktur tanah dan aliran sungai.

Selain pertambangan, pengelolaan sampah juga menjadi persoalan krusial. Timbulan sampah harian mencapai ratusan ton, dengan dominasi sampah plastik dari rumah tangga. Keterbatasan kapasitas pengolahan menyebabkan risiko pencemaran lingkungan dan munculnya mikroplastik yang berdampak pada kesehatan manusia.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua BAM DPR RI Ahmad Heryawan menegaskan bahwa permasalahan lingkungan tidak dapat diselesaikan secara parsial. Menurutnya, negara telah memiliki berbagai regulasi, namun implementasi dan pengawasan di lapangan masih memerlukan penguatan.

Ia mencontohkan berbagai bencana ekologi di sejumlah daerah sebagai peringatan atas ketidakseimbangan alam. โ€œKita sering kali baru bereaksi setelah bencana terjadi. Padahal, hukum sebab akibat dalam kerusakan lingkungan sudah sangat jelas,โ€ katanya.

Anggota BAM DPR RI Muhammad Habiburrahman menambahkan bahwa banyak aspirasi masyarakat yang ia terima berkaitan dengan rasa waswas akibat ancaman ekologis di sekitar tempat tinggal mereka. Melalui Festival Aspirasi, ia berharap suara masyarakat dapat terdengar secara utuh dan menjadi dasar kebijakan yang berpihak pada keselamatan lingkungan dan masyarakat.

Forum ini diharapkan menjadi titik awal penguatan sinergi lintas sektor untuk mengatasi persoalan lingkungan secara berkelanjutan di Mojokerto.***