Pemko Solok Gerak Cepat Tangani Banjir

Kota Solok — Pemerintah Kota Solok terus bergerak cepat menangani bencana banjir yang melanda sejak beberapa hari terakhir. Berdasarkan rilis terbaru PUSDALOPS BPBD Kota Solok, dampak banjir kini tercatat dengan total 2.978 Kepala Keluarga (KK) atau 9.375 jiwa terdampak di sembilan kelurahan. Selain itu, 2.233 unit rumah dilaporkan mengalami dampak langsung akibat genangan air.

Kawasan yang terendam umumnya berada di sepanjang aliran Batang Lembang dan Batang Gawan, menyusul tingginya intensitas hujan yang memicu peningkatan debit air sungai dan drainase.

Rincian Terdampak per Kelurahan

  • KTK — 390 KK / 1.582 jiwa

  • Aro IV Korong — 235 KK / 400 jiwa

  • IX Korong — 609 KK / 1.498 jiwa

  • Sinapa Piliang — 197 KK / 588 jiwa

  • VI Suku — 314 KK / 1.179 jiwa

  • Koto Panjang — 245 KK / 1.061 jiwa

  • Tanah Garam — 871 KK / 2.652 jiwa

  • Nan Balimo — 91 KK / 320 jiwa

  • PPA — 25 KK / 95 jiwa

Banjir ini juga menimbulkan korban jiwa. Seorang anak berusia tiga tahun dari Kelurahan Tanah Garam meninggal dunia setelah tertimpa pohon tumbang saat hujan deras. BPBD Kota Solok melaporkan sejumlah fasilitas pendidikan mengalami gangguan akibat banjir sekitar 16 sekolah terdampak langsung dan 32 sekolah terdampak tidak langsung. Sementara itu, berbagai laydam, jembatan, dan infrastruktur publik lainnya mengalami kerusakan cukup serius. Banjir juga membawa dampak signifikan bagi sektor peternakan dan perikanan, sekitar 18 ekor sapi terdampak, 62 ekor kambing, 50 ekor itik dan 1.200 ekor ayam mati. Untuk sektor perikanan, total kerugian ditaksir mencapai Rp135.480.000.

Sejak awal kejadian, Pemko Solok mengerahkan personel gabungan dari BPBD, Damkar, Dinas Sosial, Satpol PP, TNI-Polri, serta para relawan untuk menyelamatkan warga, melakukan pendataan, dan menyalurkan bantuan logistik. Wali Kota Solok, Ramadhani Kirana Putra, kembali menegaskan bahwa keselamatan warga merupakan prioritas utama pemerintah. Ia mengimbau masyarakat agar tetap waspada meski kondisi cuaca mulai membaik.

“Kami meminta masyarakat untuk selalu memperhatikan informasi resmi dari pemerintah, tidak panik namun tetap meningkatkan kewaspadaan. Jika kondisi air meningkat, segera laporkan kepada petugas atau aparat kelurahan setempat,” ujarnya.

Pemko Solok juga melakukan pembersihan saluran air, monitoring titik rawan banjir, dan evaluasi infrastruktur terutama di sepanjang Batang Lembang dan Batang Gawan.

Dengan kondisi cuaca yang mulai membaik, warga bersama relawan melanjutkan pembersihan sisa lumpur dan genangan air di permukiman. Untuk kebutuhan koordinasi dan pengaduan, Posko Siaga Banjir BPBD Kota Solok tetap beroperasi 24 jam dan dapat dihubungi melalui 0812 6771 299 atau call center 112. Wali Kota Ramadhani Kirana Putra mengapresiasi sinergi seluruh pihak yang telah turun membantu penanganan bencana.

“Kolaborasi dan gotong royong adalah kunci kita mengatasi situasi ini. Terima kasih kepada masyarakat, relawan, dan seluruh unsur yang terlibat,” ujarnya.

Pemerintah Kota Solok berharap upaya bersama ini dapat mempercepat pemulihan dan meminimalkan risiko banjir serupa di masa mendatang.