Jendelakaba.com//Pemerintah Kabupaten Dharmasraya bergerak cepat menangani krisis air bersih yang melanda sejumlah wilayah di Kecamatan Pulaupunjung akibat musim kemarau berkepanjangan.
Melalui Wali Nagari Ampek Koto, David Iskan, pendistribusian air bersih langsung dilakukan ke rumah-rumah warga yang sumurnya mengering.
Penyaluran bantuan air bersih dilaksanakan pada Sabtu (21/2) dan turut didampingi Camat Pulaupunjung Erik Harja serta perwakilan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Dharmasraya, Syafrimas.
Wali Nagari Ampek Koto, David Iskan, menyampaikan bahwa distribusi air bersih tersebut merupakan bentuk respons cepat atas keluhan masyarakat yang mengalami krisis air akibat dampak kemarau.
“Distribusi air bersih ini tidak lepas dari perhatian besar Bupati Dharmasraya terhadap keluhan warga. Atas nama Pemerintah Nagari Ampek Koto Pulaupunjung, kami mengucapkan terima kasih kepada Bupati Dharmasraya, BPBD Provinsi Sumatera Barat, dan Kementerian Pekerjaan Umum atas bantuan air bersih yang disalurkan melalui Dinas PUPR dan BPBD Kabupaten Dharmasraya,” ujar David.
Bupati Dharmasraya, Annisa Suci Ramadhani, disebut memberikan perhatian khusus terhadap kebutuhan dasar masyarakat yang terdampak kekeringan.
David menjelaskan, dari total 12 jorong di Nagari Ampek Koto, sedikitnya enam jorong terdampak kekeringan dan telah menerima bantuan air bersih. Ratusan kepala keluarga dilayani melalui distribusi sekitar lima hingga enam mobil tangki air yang dikirim langsung ke lingkungan warga.
“Kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban warga yang mengalami krisis air bersih,” tambahnya.
Kekeringan yang terjadi menyebabkan sumur-sumur warga mengering sehingga menyulitkan pemenuhan kebutuhan air untuk konsumsi dan aktivitas rumah tangga sehari-hari.
Salah seorang warga, Mustika (45), mengaku sangat terbantu dengan pendistribusian air bersih tersebut. “Alhamdulillah, pemerintah sudah mendengarkan jeritan hati kami akibat kekeringan. Sekarang air diantar langsung ke rumah. Kami tidak perlu lagi mengambil air ke pancuran yang jaraknya cukup jauh atau ke masjid. Terima kasih Ibu Bupati, Pak Camat, Pak Wali Nagari dan semua pihak,” ujarnya.
Menurutnya, perhatian dan tindakan cepat dari Pemerintah Kabupaten, Pemerintah Kecamatan, serta Pemerintah Nagari membuat kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi meski berada dalam situasi sulit.
Pantauan di lapangan menunjukkan warga telah menyiapkan berbagai wadah penampungan air di depan rumah masing-masing, seperti ember, galon, baskom, dan tempat penampungan lainnya untuk diisi saat mobil tangki tiba.
Hingga berita ini ditulis, proses penyaluran air bersih gratis masih terus berlangsung. Pemerintah daerah diharapkan terus memantau kondisi lapangan serta menyiapkan langkah antisipasi apabila musim kemarau berlanjut.***






