Jendelakaba.com — Pemanfaatan teknologi digital dinilai menjadi peluang besar bagi pertumbuhan ekonomi desa di Indonesia. Hal tersebut disampaikan oleh Donny B.U., S.T., M.Si, Co-Founder ICT Watch, dalam webinar bertema “Pembangunan Desa, Koperasi dan UMKM” yang digelar di Intel Studio Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Selasa (10/3/2026).
Donny menjelaskan bahwa Indonesia memiliki lebih dari 75 ribu desa, dengan sekitar 40 persen penduduk tinggal di wilayah pedesaan. Kondisi ini menjadikan desa sebagai salah satu kekuatan penting dalam pembangunan ekonomi nasional. Menurutnya, saat ini desa mulai memasuki era digital dengan semakin meningkatnya akses internet. Meski demikian, masih terdapat kesenjangan konektivitas antara desa dan kota yang perlu menjadi perhatian bersama.
Ia menilai perkembangan teknologi digital membuka berbagai peluang baru bagi pelaku usaha di desa, khususnya UMKM dan koperasi yang selama ini menjadi penggerak utama aktivitas ekonomi masyarakat. Melalui pemanfaatan teknologi digital, pelaku UMKM desa dapat memperluas jangkauan pasar, meningkatkan promosi produk, serta meningkatkan nilai ekonomi dari produk lokal yang dihasilkan.
Namun demikian, Donny menegaskan bahwa keberhasilan transformasi digital desa tidak hanya bergantung pada teknologi, tetapi juga pada peningkatan literasi digital masyarakat. Menurutnya, literasi digital tidak hanya mencakup kemampuan menggunakan teknologi, tetapi juga meliputi pemahaman terhadap keamanan digital, kemampuan menyaring informasi, serta pemanfaatan teknologi secara produktif dan bertanggung jawab.
Ia juga menyoroti pentingnya penguatan koperasi modern yang mampu menghubungkan para pelaku usaha desa dan memperkuat distribusi produk lokal. Dengan dukungan digitalisasi, koperasi diharapkan dapat dikelola secara lebih efisien serta mampu memperkuat posisi UMKM desa dalam menghadapi persaingan pasar yang semakin luas.***






