Dari Padang ke Cirebon: Air Mata, Persahabatan, dan Riyanto Awards untuk Pelita Padang

Pelita Padang Terima Riyanto Award 2025

JENDELAKABADi bawah langit Cirebon yang teduh, ribuan kader Banser berdiri tegak. Seragam hijau dan Doreng menyatu dalam satu barisan, mengawal bukan hanya pengamanan Hari Raya Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, tetapi juga menjaga satu nilai yang terus hidup: kemanusiaan.

Di Halaman Masjid Syarif Abdurachman, Selasa itu, Apel 10.000 Banser dipimpin langsung oleh Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo. Namun, di antara derap langkah dan komando kebangsaan, ada satu momen yang membuat suasana hening—sebuah kisah yang lahir dari persahabatan, ketulusan, dan pengabdian lintas iman.

Nama itu dipanggil: Pelita Kota Padang, penerima Riyanto Awards.

Di atas panggung, Angelique Maria Cuaca berdiri dengan mata yang tak sepenuhnya kering. Ia bukan hanya membawa nama komunitas yang ia dirikan, tetapi juga membawa ingatan panjang tentang perjuangan sunyi, tentang malam-malam panjang membantu sesama tanpa pamrih, dan tentang persahabatan yang menolak tunduk pada sekat apa pun.

Ketika mikrofon berada di tangannya, Angel tidak memilih pidato formal. Ia memilih jujur.

“Pelita Kota Padang lahir dari persahabatan,” ucapnya lirih, namun tegas. “Salah satu pendirinya adalah sahabat saya, Ricky Alviano.”

Nama itu menggema di antara ribuan Banser. Ricky Alviano, yang hari ini dikenal sebagai Kasat Korwil Banser Sumatera Barat, pernah menjadi Kasat Korkab Banser Kota Padang—seorang kader yang memilih bekerja dalam diam, membangun jembatan kemanusiaan jauh sebelum panggung penghargaan hadir.

Bagi Angel, podium itu bukan sekadar tempat menerima trofi. Itu adalah ruang pengakuan bahwa nilai persaudaraan benar-benar hidup. Bahwa Banser bukan hanya barisan pengamanan, tetapi juga rumah bagi keberanian untuk merawat sesama.

Air mata tak lagi terbendung ketika ia menyebutkan bahwa Pelita dan Banser Kota Padang tumbuh dari semangat yang sama: melindungi tanpa bertanya latar belakang, menolong tanpa menghitung perbedaan.

Penghargaan Riyanto Awards bukan sekadar simbol. Ia membawa nama Riyanto, anggota Banser yang gugur dalam tugas kemanusiaan saat menjaga perayaan Natal. Sebuah pengingat bahwa keberanian sejati sering lahir dari pengorbanan paling sunyi.

Dan hari itu, kisah pengorbanan itu menemukan rumahnya di Padang.

Ansor Banser Kota Padang seakan tak pernah kehabisan alasan untuk berprestasi. Setelah dinobatkan sebagai Organisasi Kepemudaan Terbaik I Kota Padang, kini nama Banser Kota Padang kembali disebut di panggung nasional bersama Ndan Ricky Alviano, salah satu pendiri Pelita, yang kini menyaksikan benih perjuangan itu tumbuh dan diakui.

Dari Padang ke Cirebon, dari persahabatan ke pengabdian, dari sunyi ke sorot lampu Pelita Kota Padang membuktikan bahwa kemanusiaan tidak pernah sia-sia. Ia selalu menemukan jalannya pulang.