JENDELAKABA – Prof.Drs. H. Mohammad Hatta, MBA.M.Si.P.hd selaku Ketua Dewan Etik Partai Golkar melanjutkan Program Dewan Etik Road To Campus di Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Hari Senin Tanggal 05 Oktober 2026 di Fakultas Komunikasi.
Dalam program Lanjutan Dewan Etik Road To Kampus ini sebelumnya Nara Sumber dan Rombongan Dewan Etik Partai Golkar diterima oleh Rektor Universitas Islam Negeri Sunan Kali Jaga Yogyakarta untuk membangun sinergi dan kerjasama pengembangan Sumber Daya Manusia dan pendidikan politik untuk generasi muda khususnya mahasiswa sebagai calon pemimpin di masa datang.
Selanjutnya Kuliah Umum dan Pendidikan Etika Politik serta bedah buku Etika dilaksanakan di Fakultas Komunikasi dan Sosial bersama dengan ratusan mahasiswa Nara Sumber Utama Prof. Drs. H. Mohammad Hatta menekankan pentingnya kampus dan mahasiswa sebagai adalah sebagai instrumen masyarakat yang berfungsi ideal dan normatif sebagai penjaga integritas kekuasaan.
“Kampus menjadi pusat kajian untuk mengawasi integritas para pejabat publik sebagai wadah yang menciptakan para kader bangsa calon pemimpin Indonesia kedepan untuk tetap berfikir kritis, sebagai wadah pencipta kompetensi, penguatan karakter dan penguat etika publik serta penguatan kepemimpinan dan leadership untuk generasi muda penerus Kepemimpinan Indonesia,” ucapnya.
Dan Prof Hatta yang baru saja diangkat oleh Presiden Republik Indonesia sebagai Anggota Dewan Pertimbangan Presiden Republik Indonesia juga mengharapkan Kampus tidak jauh dari Partai Politik dan Kampus bisa memberikan Pendidikan Politik bagi mahasiswanya secara rutin dengan melibatkan berbagai Partai Politik karena sesuai dengan Undang Undang Partai Politik adalah Lembaga yang menjadi pusat pendidikan politik, pusat kaderisasi, pusat rekruitmen calon pejabat publik baik eksekutif dan legislatif, tempat seleksi dan penugasan di berbagai posisi pejabat publik yang nantinya akan memiliki kewenangan untuk mengambil dan menentukan kebijakan negara yang bisa memberikan penghormatan dan kehidupan untuk rakyat Indonesia.
Dalam lanjutan mengisi Kuliah umum dan Pendidikan Etika Politik di Fakultas Komunikasi dan Sosial Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga tersebut dihadiri juga oleh Dekan Fakultas komunikasi dan jajaran juga para dosen dan Rombongan Dewan Etik Partai Golkar mengulas pendidikan politik atau memberikan gambaran bagi generasi muda yang nanti ingin berpolitik atau ingin memiliki cita cita menjadi pejabat publik baik walikota, bupati, gubernur dan Presiden atau anggota Dewan Perwakilan Rakyat baik pusat atau daerah maka harus menjunjung tinggi etika politik dalam menjalankan aktifitas politiknya, etika politik bagi para kader politik maka sebuah lembaga politik harus memiliki kode etik etika.
“Kode etik yang berfungsi membangun etika politik yang efektif dan memiliki kekuatan yang bagus harus memiliki unsur lima elemen yakni norma yang jelas, pencegahan pelanggaran, Independensi, proses yang berkeadilan dan konsekuensi konsisten,” ucapnya.
Prof hatta juga mengkaji bahwa sistem etik ini juga sangat dibutuhkan lembaga publik atau para pejabat Publik, pengaturan etika politik baik bagi politisi atau pejabat publik bukan saja dibutuhkan orang atau pejabatnya yang memiliki etika politik atau berkarakter baik, menjalankan jabatannya penuh amanah atau kita menyebutnya sebagai kader politik atau pejabat publik yang beretika dan baik, tetapi dibutuhkan juga sebuah sistem yang baik, karena kalau kader politik dan pejabat publiknya baik tetapi sistemnya belum baik maka tidak ketemu pejabat publik yang baik.
“Untuk itu Dibutuhkan semua lembaga politik, lembaga publik untuk memiliki sistem dan aturan yang baik dalam rangka menciptakan kader politik, pejabat publik yang beretika,” pungkas Prof Hatta dalam memberikan kuliah umum kepada seluruh ratusan mahasiswa yang sangat antusias.







