Penguatan Infrastruktur dan Tata Kelola Jadi Fokus Optimalisasi Sumber Daya Air

Jendelakaba.com — Optimalisasi pengelolaan sumber daya air memerlukan pendekatan teknis yang adaptif dan berbasis data. Hal ini menjadi sorotan utama dalam webinar nasional yang membahas strategi menuju swasembada air nasional.

Kepala Subdirektorat Operasi dan Pemeliharaan Air Tanah, Air Baku, Irigasi dan Rawa, Dr. L.M. Bakti, menekankan bahwa pengelolaan air saat ini tidak bisa lagi mengandalkan pendekatan konvensional. Perubahan iklim telah mengubah pola hujan dan meningkatkan kompleksitas distribusi air di berbagai wilayah.

Ia menjelaskan bahwa tantangan utama terletak pada ketimpangan infrastruktur, di mana sebagian jaringan irigasi telah berusia puluhan tahun tanpa rehabilitasi signifikan, sementara kawasan baru belum memiliki sistem pengelolaan air yang memadai.

Selain itu, pengelolaan air tanah menjadi perhatian penting. Pemanfaatan yang tidak terkendali berpotensi menyebabkan penurunan muka tanah dan degradasi lingkungan. Oleh karena itu, diperlukan sistem pengawasan dan pengendalian yang lebih ketat serta berbasis data.

Dalam konteks solusi, optimalisasi infrastruktur yang sudah ada dinilai lebih penting dibanding sekadar pembangunan baru. Pemeliharaan, efisiensi distribusi, serta integrasi sistem menjadi faktor kunci dalam meningkatkan kinerja pengelolaan air.

Pemanfaatan teknologi juga menjadi akselerator utama. Penggunaan sensor debit air, sistem monitoring digital, serta data satelit memungkinkan pengambilan keputusan yang lebih cepat dan akurat. Namun, kesiapan sumber daya manusia menjadi faktor penentu keberhasilan implementasi teknologi tersebut.

Di sisi lain, integrasi data lintas sektor menjadi kebutuhan mendesak. Sistem yang terhubung akan mempermudah koordinasi antar lembaga serta meningkatkan efektivitas pengambilan kebijakan.

Pengelolaan air juga membutuhkan pendekatan yang fleksibel sesuai karakteristik wilayah. Indonesia yang memiliki keragaman geografis memerlukan kebijakan yang adaptif dan tidak seragam.

Dengan penguatan infrastruktur, pemanfaatan teknologi, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia, optimalisasi pengelolaan air diyakini dapat mendukung tercapainya swasembada air nasional secara berkelanjutan.***