Jendelakaba.com, Jakarta — Ketahanan energi dinilai menjadi salah satu isu strategis bagi masa depan pembangunan nasional. Untuk meningkatkan pemahaman publik terkait hal tersebut, Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Komunikasi dan Digital bersama Anggota Komisi I DPR RI H. Oleh Soleh, S.H. menggelar webinar literasi digital bertema “Ketahanan Energi”, Rabu (5/3/2026).
Kegiatan yang dilaksanakan di Intel Studio Pasar Minggu, Jakarta Selatan, ini menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai latar belakang untuk membahas tantangan serta strategi penguatan energi nasional.
Anggota Komisi I DPR RI H. A. Imam Sukri, M.Hum menyampaikan bahwa literasi energi merupakan bagian penting dalam memperkuat kedaulatan energi nasional. Menurutnya, edukasi kepada masyarakat perlu terus ditingkatkan agar kesadaran terhadap penggunaan energi yang efisien semakin berkembang.
Ia menilai bahwa dukungan masyarakat terhadap inovasi energi lokal serta penerapan teknologi ramah lingkungan menjadi faktor penting dalam upaya transisi menuju energi berkelanjutan.
Di sisi lain, praktisi komunikasi digital Drs. Sadjan, M.Si. memaparkan bahwa ketahanan energi juga berkaitan dengan transformasi struktural sektor energi nasional melalui hilirisasi sumber daya.
Ia menjelaskan bahwa kebijakan biofuel nasional, seperti program pencampuran biodiesel B40 dan target B50, merupakan bagian dari upaya mengurangi ketergantungan terhadap energi impor sekaligus meningkatkan pemanfaatan sumber daya domestik.
“Efisiensi energi perlu diterapkan di berbagai sektor, termasuk industri, BUMN, dan gedung pemerintah, dengan dukungan sistem monitoring konsumsi energi berbasis digital,” katanya.
Sementara itu, tokoh pemuda Rizavan Shufi Thoriqi menyoroti pentingnya peran generasi muda dalam membangun kesadaran terkait ketahanan energi. Ia mengakui bahwa isu energi masih belum populer di kalangan pemuda desa dibandingkan isu sosial atau ekonomi.
Meski demikian, ia menilai bahwa pemahaman mengenai ketahanan energi perlu terus disosialisasikan karena berkaitan dengan keberlanjutan kehidupan di masa depan.
“Kesadaran tentang ketahanan energi harus mulai dibangun dari sekarang, bukan ketika krisis energi sudah terjadi,” ujarnya.
Ia juga mencontohkan adanya perubahan pola penggunaan energi dalam kehidupan masyarakat, seperti peralihan dari penggunaan bahan bakar tradisional ke gas, yang menunjukkan bahwa proses transisi energi terus berlangsung.
Melalui webinar ini, peserta diharapkan dapat meningkatkan pemahaman tentang pentingnya pengelolaan energi secara efisien sekaligus mendorong partisipasi masyarakat dalam mendukung ketahanan energi nasional.***






